Pabrik Sandal dan Sepatu Terbakar di Sidoarjo, Petugas Kesulitan Memadamkan Amukan Api hingga Berjam-jam

  • Bagikan
Petugas berjibaku selama berjam-jam untuk memadamkan api di PT Ode Cipta Semesta di wilayah Buduran, Sidoarjo, kemarin (13/1). (Dimas Maulana/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, SIDOARJO — Amuk si jago merah di pabrik sandal dan sepatu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, kemarin (13/1) benar-benar hebat. Karena besarnya api, petugas kesulitan memadamkan bangunan milik PT Ode Cipta Semesta tersebut. Pemadaman berlangsung hingga berjam-jam.

Awalnya, kepulan asap tampak dari lantai 2 bangunan pabrik sekitar pukul 13.35 WIB. Teriakan kebakaran pun muncul dari dalam pabrik. Puluhan karyawan langsung berhamburan keluar. Sebagian karyawan berupaya beramai-ramai memadamkan dengan alat pemadam sederhana, juga dengan air sungai di dekat lokasi.

Sebagian karyawan yang lain tampak memindahkan barang-barang dari bangunan empat lantai tersebut. Petugas pemadam kebakaran pun dipanggil. Tak butuh waktu lama, petugas datang. Pemadaman pun dilakukan. Namun, kobaran api semakin besar. Bahkan, api menjalar hingga membakar lantai 3 dan 4 gedung tersebut.

”Awalnya dari lantai 2, tempat penyimpanan barang hasil produksi,” ujar salah seorang karyawan Wati setelah keluar dari lokasi pabrik.

Lantai 2 tidak ada peralatan. Hanya sebagai gudang barang. Namun, barang seperti sepatu, sandal, dan spons membuat api semakin besar serta susah dipadamkan. Karena besarnya api, petugas PMK terus didatangkan. Bahkan, total ada 12 mobil PMK didatangkan ke lokasi. Sembilan mobil dari Sidoarjo, 2 mobil dari PMK Surabaya, dan 1 mobil dari perusahaan sekitar.

Untungnya, di dekat pabrik ada sungai sehingga pasokan air melimpah. Hingga pukul 17.00 WIB, api masih menyala dan petugas masih terus memadamkan. Namun, atap bangunan di lantai 4 sudah runtuh dan rangka bangunan tampak hangus terbakar. Petugas cukup kesusahan melakukan pemadaman karena banyaknya material mudah terbakar.

Hingga menjelang magrib, petugas masih fokus memadamkan dan mengamankan lokasi. ”Kami masih menyelidiki penyebabnya,” jelas Kapolsek Buduran Kompol Samirin.

  • Bagikan