Lumajang Diguyur Hujan Lebat, Debit Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Alami Peningkatan

  • Bagikan
Tangkapan layar banjir lahar dingin Gunung Semeru, Senin (17/1). (BPBD Lumajang/Antara)

FAJAR.CO.ID, LUMAJANG — Debit banjir lahar dingin Gunung Semeru yang mengalir di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) mengalami peningkatan akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (17/1) hingga sore.

“Berdasar informasi dari petugas Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur menyebutkan bahwa getaran banjir terekam pada Senin (17/1) sejak pukul 11.39 hingga pukul 17.50 WIB,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang seperti dilansir dari Antara di Lumajang, Senin (17/1).

Sejauh ini, lanjut dia, banjir lahar dingin Gunung Semeru masih melewati jalur dan belum meluap ke jalan dan permukiman. Namun debit air mengalami peningkatan yang signifikan.

”Kami mengimbau masyarakat di bantaran sungai yang berhulu dari Gunung Semeru meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan, sehingga lebih baik menjauh dari bantaran sungai,” tutur Joko Sambang.

Dia menjelaskan, petugas dan relawan melakukan pemantauan secara kontinu terhadap derasnya aliran banjir lahar dingin Gunung Semeru. Sebab, dikhawatirkan meluap ke pemukiman warga.

”Debit banjir lahar dingin cukup deras di Besuk Lengkong di Dusun Curahkobokan, sehingga warga di hilir diminta selalu siaga dan waspada terhadap ancaman banjir tersebut,” papar Joko Sambang.

Berdasar data PPGA Semeru di Gunung Sawur periode Senin pukul 12.00–18.00 WIB, aktivitas gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl secara visual gunung jelas, teramati asap kawah putih tebal dengan ketinggian 300 meter.

Untuk aktivitas kegempaan tercatat letusan sebanyak lima kali, embusan sebanyak empat kali, dan getaran banjir terekam satu kali dengan amplitudo 35 mm selama 2.520 detik. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut statusnya level III atau siaga, sehingga masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat letusan).

  • Bagikan