Oknum Pegawai Pemkot Diduga Lakukan Kecurangan, Manfaatkan Data Vaksinasi di Puskesmas

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sejak Pemerintah Kota Makassar memburu capaian target vaksinasi, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto telah menginstruksikan kepada seluruh pegawai pemkot agar membawa orang untuk divaksin.

Baik ASN maupun non ASN, mulai dari tingkat Eselon II hingga jajaran lurah. Terakhir, masing-masing pegawai diwajibkan mencari enam orang layak vaksin.

Rinciannya, satu lansia dan lima di luar lansia dan anak. Hal itu mulai diinstruksikan sejak Desember 2021 lalu.

Namun, siapa sangka instruksi Wali Kota tersebut tidak dijalankan dengan baik oleh sejumlah pegawai Pemkot.

Oknum Pemkot diduga hanya datang untuk mengambil data vaksinasi di lokasi vaksinasi seperti puskesmas, bukan mencari orang untuk divaksin.

Hal yang mencengangkan diunggah oleh pemilik akun Instagram @rizkipoppyrs_. Dia mengungkapkan kekesalannya pada oknum pegawai Pemkot.

“Saya sebagai salah satu TIM vaksinator di Makassar teramat kecewa dengan sikap sebagian ‘oknum’ yang diberi tugas untuk mencari peserta vaksin lansia,” tulisnya, Rabu, (19/1/2022).

Pasalnya kata dia, sebagian oknum pemkot hanya ingin mengambil data vaksinasi melalui puskesmas.

“Tujuan kita sama untuk menaikkan capaian vaksinasi, harusnya oknum ini datang membawakan kami peserta bukan malah datang kepuskesmas hanya untuk mengambil data pasien lansia,” ujarnya.

“Sepertinya perintah mencari peserta vaksin lansia perlu dijelaskan kembali kepada para kepala SKPD-nya, agar oknum ini dapat bekerja sama dengan kami meningkatkan capaian vaksinasi bukan hanya mencari data tok saja,” pungkasnya.

Seolah ingin kekesalannya itu ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Makassar, pengguna akun Instagram tersebut menandai akun Instagram Danny Pomanto dan wakilnya Fatmawati Rusdi. Begitu pun dengan akun Instagram Pemkot Makassar melalui instastory-nya.

  • Bagikan