PAN Makassar Panaskan Mesin Tatap Sengitnya 2024

  • Bagikan
Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Makassar, Hamzah Hamid

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Makassar, Hamzah Hamid saat ini tengah fokus bergerak memperkuat dan membenahi struktur partai hingga tingkat RW/RW.

Hal tersebut dilakukan sesuai instruksi dari DPP dan DPW PAN Sulsel bahwa konsolidasi di 24 Kabupaten/Kota harus berjalan hingga tingkatan terendah untuk mengawal aspirasi masyarakat.

“Paling utama sekarang ini bagaimana merampungkan kepengurusan sampai tingkat kelurahan hingga ranting RT/RW, kemudian mempersiapkan kader di 2024,” ujar Hamzah di Warkop Daeng Anas, Jalan Faisal Makassar, Sabtu (22/1/2022).

Ketua Fraksi PAN DPRD Makassar ini mengatakan pihaknya akan terus melakukan evaluasi kepada kader-kader yang tidak patuh terhadap aturan partai, khususnya ditingkat kecamatan dan kelurahan.

“Kami juga sementara evaluasi ditingkat kelurahan dan ranting, tentu yang tidak bagus kita akan ganti. Jadi hampir lima puluh persen lah akan diganti,” terangnya.

Hamzah juga menyampaikan dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang, tentunya kekuatan partai ada pada struktur dan kader militan yang terus bekerja keras.

“Perampungan ini kan tujuannya untuk menghadapi Pemilu dan Pilkada 2024, karena kekuatan partai itu selain di jaringan dan infrastruktur, pasti ada di simpatisan. Pengalaman kita selama ini kekuatan itu di struktur partai kemudian kekuatan caleg itu yang kedua,” jelasnya.

“Jadi Insya Allah paling lambat bulan Juni semua harus rampung struktur kepengurusan sampai ditingkat paling bawah,” tambah Legislator PAN tiga periode ini.

Lebih lanjut, Anggota Komisi A DPRD Makassar ini selalu menginstruksikan kepada seluruh kader PAN di Makassar agar terus mendekatkan diri kepada masyarakat, apalagi ditengah situasi sekarang.

“Yang selalu saya tekankan kepada kader PAN agar selalu lebih dekat dengan masyarakat dan merespon setiap apa yang menjadi keluhan masyarakat, dan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat ketika dibutuhkan,” pungkasnya. (ikbal/fajar)

  • Bagikan