Kecelakaan Truk Kontainer di Simpang Rapak, Dirjen Perhubungan Darat Lakukan Ini

  • Bagikan
Dirjen Hubdat Kemenhub Budi Setiyadi meninjau lokasi kecelakaan di Simpang Rapak pada Minggu (23/1).

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub Budi Setiyadi menyarankan perlu adanya mitigasi dalam merespons kecelakaan truk kontainer di Balikpapan pada Jumat (21/1). Hal ini disampaikan Budi saat meninjau lokasi kecelakaan di Simpang Rapak pada Minggu (23/1).

“Yang penting adalah penanganan selanjutnya seperti apa. Akan diadakan rapat koordinasi dengan Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR terkait perubahan rekayasa jangka pendek ataupun panjang. Yakni, pembangunan jalur evakuasi sementara di sebelah kiri jalan dan usulan pembangunan flyover dari APBD provinsi,” ucap Dirjen Budi.

Lebih lanjut, Dirjen Budi mengatakan, akan diadakan pembatasan operasional kendaraan barang pada pukul 22.00 hingga 05.00 yang mengacu pada peraturan wali kota Balikpapan. “Kondisi jalan dengan elevasi sekitar 10 persen memang kurang baik untuk turunan panjang. Maka, hal ini perlu diperbaiki seperti pembatasan operasional kendaraan angkutan barang,” ucap Dirjen Budi.

Dia juga mengungkapkan, ada temuan sementara pada kendaraan truk kontainer, yakni perpanjangan rear over hang dan perubahan konfigurasi pada sumbu ban sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi asli kendaraan.

“Sampai saat ini, kami berkoordinasi dengan KNKT dan pihak kepolisian karena penyebab pastinya masih dalam tahap investigasi,” ungkap Dirjen Budi.Dengan adanya kejadian ini, Budi berharap para pengusaha truk dan pemilik kendaraan logistik untuk mengutamakan keselamatan dan menghindari muatan dan dimensi yang berlebih.

“Kejadian ini berkaitan dengan over dimension over loading. Rencananya, mobil bermuatan berat dialihkan atau dilakukan transfer muatan untuk dibawa ke pelabuhan dengan kendaraan yang lebih kecil,” kata Budi.

Budi juga menjelaskan, pihaknya sudah melatih para pengemudi truk angkutan barang dan meningkatkan pelatihan. Terutama pada kota prioritas dengan pelabuhan-pelabuhan besar. “Penanganan yang dilakukan mengutamakan keselamatan dan tetap menjaga perekonomian,” tandasnya.

  • Bagikan