Relawan Muhammadiyah Terus Bangun Hunian dan Sekolah Darurat untuk Warga Penyintas Gempa di Selayar

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SELAYAR — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dengan dukungan Lazismu saat ini tengah terus membangun hunian darurat bagi warga penyintas gempa bumi magnitudo 7,4 yang terjadi pada 14 Desember 2021 lalu.

Fokus pembangunan hunian darurat berada di Kecamatan Pasimarannu di Pulau Bonerate dan Kecamatan Pasilambena di Pulau Kalaotoa. Total sebanyak 250 hunian darurat direncanakan akan dibangun untuk warga yang rumahnya rusak berat di kedua pulau tersebut.

Budi Setiawan, Ketua MDMC PP Muhammadiyah dalam keterangannya mengatakan meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun gempa di Kepulauan Selayar tersebut harus mendapatkan perhatian karena banyak rumah warga roboh.

“Inilah yang perlu menjadi perhatian karena rumah-rumah warga juga masih roboh. Makanya MDMC PP mengirimkan tim asistensi untuk membantu melakukan kegiatan-kegiatan di Pulau Selayar,” kata Budi Setiawan melalui pernyataan tertulis yang diterima fajar.co.id, Minggu (23/1/2022).

Budi Setiawan menambahkan, MDMC mengirimkan tim yang terdiri dari 10 relawan asal Jawa Tengah dan Yogyakarta dibawah komando Fathul Faruq dari MDMC Jawa Tengah, juga 3 relawan dari MDMC Sulawesi Selatan yang dibantu oleh relawan Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Pembangunan hunian darurat tersebut sudah dimulai secara bertahap sejak tanggal 10 Januari 2022 lalu oleh tim tersebut dibantu warga dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan serta desa setempat.

Menurut Fathul Faruq, total ada 511 jiwa penerima manfaat bantuan hunian darurat dengan rincian 199 jiwa penerima manfaat di Kecamatan Pasimarannu dan 312 jiwa di Kecamatan Pasilambena.

“Pembangunan hunian darurat terus kami lakukan bagi warga yang tidak mampu mendirikan rumah pengganti karena sebagian warga ada yang sudah mendirikan rumah darurat dari sisa bahan bangunan yang dimiliki,” katanya.

  • Bagikan