Bayar Rp200 Ribu, Roynaldi Habisi Lusi saat Ngamar, Sebab Belum Puas tapi Disuruh Keluar

  • Bagikan
Roynaldi Ade Pradana (22), pelaku pembunuhan perempuan cantik di eks lokalisasi Peleman. Foto: Radar Tegal

FAJAR.CO.ID, TEGAL – Kasus pembunuhan perempuan cantik di eks lokalisasi Peleman, Desa Sidaharga, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal akhirnya terungkap.

Itu setelah polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap Sulastri alias Lusi (19) yang terjadi pada Senin (24/1/2022) dini hari kemarin.

Pelaku pembunuhan tidak lain adalah pria yang ngamar dengan Lusi, Roynaldi Ade Pradana (22).

Keduanya berkencan usai sepakat bertemu. Dalam kesepakatan, Roynaldi membayar Rp200 ribu sebagai tarif kencan.

Berdasarkan pemeriksaan penyidik, pembunuhan terhadap Lusi itu dilakukan lantaran Roynaldi emosi.

Pasalnya, saat berkencan dengan perempuan asal Cianjur, Jawa Barat itu, pelaku disuruh cepat-cepat keluar.

Padahal, Roynaldi sudah membayar penuh kepada Lusi tapi hasrat seksualnya masih belum terpuaskan.

“Saya khilaf dan emosi saat diminta cepat keluar kamar. Katanya masih ada tamu lagi,” tutur Roynaldi dikutip dari Radar Tegal, Rabu (26/1/2022).

Tarif Rp200 itu, kata Roynaldi, adalah kesepakatan antara dirinya dengan Lusi sebelum masuk kamar dan langsung dibayar kontan.

Dia mengaku kedatangannya itu merupakan kali kedua ke eks lokalisasi yang awalnya menjadi yang terbesar di Kabupaten Tegal itu.

“Sudah dua kali ke sini. Korban minta saya bayar dulu Rp200 ribu, baru bisa ke kamar,” ujarnya.

Roynaldi mengaku, saat sedang melakukan hubungan seks, Lusi tiba-tiba memintanya segera keluar kamar.

Dia menyebut, ucapan Lusi saat itu juga terkesan membentak.

Atas hal itu, Roynaldi pun emosi sampai ubun-ubun dan langsung mencekik Lusi.

Selanjutnya, Roynaldi memutuskan pulang. Dia baru mengetahui bahwa Lusi meninggal setelah membaca pemberitaan online dan medsos. (radartegal/pojoksatu)

  • Bagikan