159 Warga Pantai Merpati Tergusur, WALHI Sulsel Sebut Pemda Bulukumba Langgar HAM

  • Bagikan
IST

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Penggusuran terjadi di ruang hidup masyarakat pesisir yang tinggal di Pantai Merpati Bulukumba. Penggusuran ini kurang lebih melibatkan 100 personel gabungan dari TNI, POLRI, Satpol PP, Dishub, dan Pemerintah Kecamatan Ujung Bulu.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 159 jiwa yang terdampak penggusuran dan sampai saat ini belum ada tindak lanjut maupun tanggungjawab dari pemerintah.

Menanggapi penggusuran yang dialami oleh masyarakat pesisir Pantai Merpati Bulukumba, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan turut mengecam tindakan Pemerintah Daerah Bulukumba yang tidak memikirkan nasib warganya.

Kecaman tersebut disampaikan langsung oleh Slamet Riadi selaku Kepala Departemen Advokasi dan Kajian WALHI Sulawesi Selatan yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Pemda Bulukumba tersebut telah melanggar prinsip Hak Asasi Manusia.

"Seharusnya, Negara dalam hal ini Pemda Bulukumba berkewajiban untuk melindungi, menghormati, dan memenuhi Hak Asasi Manusia tiap warganya. Utamanya menyangkut soal Hak atas Perumahan dan Hak Mendapatkan Penghidupan yang Layak. Tapi yang terjadi di lapangan tidak demikian. Justru Masyarakat Pantai Merpati digusur dan diabaikan oleh negara sendiri," Ucapnya.

Tidak hanya itu, Kepala Departemen Advokasi dan Kajian WALHI Sulawesi Selatan ini juga menjelaskan bahwa penggusuran atas dasar penataan pantai untuk pembangunan pusat kuliner dan ikon Bulukumba tersebut semakin memperjelas wajah pembangunan dan tata kelola pesisir Sulawesi Selatan yang semakin hari semakin tidak berpihak terhadap masyarakat lokal.

  • Bagikan