Misteri Makam Diduga Adolf Hitler, Menyamar sebagai Dokter di Surabaya, Wafat sebagai Muslim

  • Bagikan
Makam di TPU Ngagel bertuliskan nama dr GA Poch yang diduga adalah Adolf Hitler masih menjadi tanda tanya, butuh penelitian mendalam untuk kebenarannya. (ISTIMEWA)

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kenyataan pada periode tersebut dan sesudahnya tak pernah ada penelitian yang mendalam tentang Poch oleh Amerika beserta sekutunya. Bahkan saat Sosrohusodo menyimpulkan kemungkinan Hitler hanya menderita parkinson, berkaitan dengan usianya yang lanjut.

“Jika benar G.A. Poch adalah Hitler, maka pada saat bertemu Sosrohusodo ia telah berusia 60-an tahun. Sebab, Hitler lahir pada tahun 1889. Hal lain yang membuat Sosrohusodo heran ternyata Poch tidak memiliki ijazah kedokteran maupun lisensi apa pun terkait dunia medis. Namun nyatanya ia bisa memimpin sebuah rumah sakit di Indonesia,” jelasnya.

Nur Setiawan, menceritakan sehari-hari Poch membungkus tubuhnya dengan seragam berwarna putih, pakaian khas dunia kedokteran. Sebagai seorang dokter, Sosrohusodo pernah memancing Poch dengan percakapan seputar dunia kesehatan.

“Poch ternyata tidak menguasai dunia medis, saya tahu itu. Dari pembicaraannya, dia tidak mengerti soal kedokteran. Ini makin misterius saja,” ujarnya.

Ia pun menyimpulkan bahwa kisah Hitler mati di Indonesia dan dikuburkan di Surabaya hanyalah isapan jempol belaka, yang didasari oleh dugaan-dugaan. Karena Sosrohusodo hanya berusaha menebak-nebak kecocokan antara Dr Poch yang dikenalnya dengan serangkaian artikel mengenai Hitler dan para pelarian Nazi yang dibacanya dari majalah.

Makam Dr Poch belum cukup untuk membuktikan bahwa dia adalah sang Fuhrer, begitu juga dengan pengakuan lisan dari seseorang. Akan lebih meyakinkan apabila ada kecurigaan bahwa Poch adalah salah satu anggota Nazi yang dicari-cari. Sebab dahulu Partai Nazi juga mempunyai biro dan cabang di Hindia Belanda (Asia Tenggara).

  • Bagikan