Konflik di Desa Wadas, Ini Permintaan PKB kepada Ganjar Pranowo

  • Bagikan
Lokasi pembangunan Waduk Bener di Kabupaten Purworejo kini dijaga oleh aparat gabungan karena terjadi konflik di masyarakat. (Polda Jateng/Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR Jazilul Fawaid meminta kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mengedepankan proses dialog terhadap warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah yang menolak dibangunnya bendungan.

Jazilul menyesalkan di kasus warga Wadas tersebut lebih mengedapankan pendekatan keamanan dengan menerjunkan ratusan aparat kepolisian.

“Ini akibat kurang ngopi, Pak Ganjar ke mana aja? Saya kok jadi ingat pesan Pak Jokowi, agar setiap masalah bisa diselesaikan sambil ngopi-ngopi, ajak dialog,” ujar pria yang akrab disapa Gus Jazil kepada wartawan, Rabu (9/2).

Wakil Ketua MPR ini menuturkan, dalam menyelesaikan setiap permasalah haruslah mengedepankan dialog. Bukan mengerahkan aparat dengan bersenjata lengkap.

“Hemat saya, sudah bukan jamannya pakai pendekatan keamanan apalagi dengan senjata lengkap. Toh yang dihadapi warga kita juga,” katanya.

Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mengingatkan Polri dengan jargon Presisi-nya tersebut. Sehingga lebih bersikap humanis dalam menghadapi konflik.

“Kita perlu dukung polisi yang Presisi, yang lebih prediktif, transpant dan berkeadilan. Dengan presisi, kami yakin polisi lebih humanis dalam menghadapi masyarakat,” ungkapnya.

Minta Maaf

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta maaf kepada warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo atas sikap represif aparat kepolisian ke warga setempat.

Adapun, aparat kepolisian telah menangkap sebanyak 60 warga Desa Wadas karena menolak pengukuran lahan dari proyek pembangunan Waduk Bener di daerah tersebut.

  • Bagikan