Rumah Aman Pemprov Sulsel Diteror, Satpol PP Dinilai Lamban Lakukan Penjagaan

  • Bagikan
Ilustrasi. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Rumah aman perlindungan kekerasan Pemprov Sulsel sempat diteror. Kejadian sudah dua kali terjadi.

Kejadian tersebut akibat lambannya respons dari Satpol PP Sulsel. Padahal Dinas DP3A telah melayangkan surat untuk melakukan penjagaan sejak 16 Februari.

"Sebenarnya sudah ditugaskan sejak 16 Februari cuma surat tugasnya lambat turun, sehingga nanti terjadi insiden semalam baru turun Satpol PP, padahal sudah ditugaskan 16 Februari. (alasannya) belum dibuat surat tugasnya dari Kasatpol PP," kata Kepala Dinas DP3A Sulsel, Fitriani Zainuddin.

Sebelumnya, (F) Suami terduga pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dilaporkan pernah menganiaya petugas UPT PPPA Sulsel yang melindungi istrinya di rumah aman.

Terduga pelaku kembali mendatangi rumah aman untuk kedua kalinya kemarin malam untuk menebar teror dan upaya intervensi.

"Ada orang asing yang diduga pelaku (kekerasan) datang tadi malam. Nanti ada (kasus) baru turun Satpol PP," lanjut Fitriani.

Seharusnya, kata Fitriani, rumah aman mesti mendapatkan pengawalan dari Satpol PP selama 24 jam. Hal itu demi memberikan rasa aman bagi korban dan mencegah adanya intervensi pihak luar.

"Seharusnya bertugas 24 jam untuk rumah aman dan UPT sehingga pihak-pihak yang mau seenaknya melakukan intervensi dalam pelayanan kami, merasa segan. Selama ini kan tidak terjaga. Dan memang keberadaan rumah aman itu harus dirahasiakan, tidak bisa diekspose," tegasnya.

Untuk anggota UPT DP3A yang mendapat kekerasan kini sudah membaik. Dirinya berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

  • Bagikan