Kemenkominfo Hadirkan Program Edukasi NFT dan Blockchain untuk Kaum Muda

  • Bagikan
IST

Peningkatan ketertarikan ini dibuktikan lewat acara webinar ini, dimana ratusan peserta hadir secara live di YouTube, dan hingga hari ini ribuan orang telah menonton rekaman video webinar ini. Pada webinar tersebut, Syammas P. Sarbini dari Komunitas NFT Indonesia membuka diskusi dengan topik mengenai dasar-dasar NFT dan bagaimana pengaplikasiannya di dunia saat ini. Sementara itu, Bhredipta Socarana dari Indonesian Youth IGF berbicara tentang literasi digital seputar sistem blockchain, implementasinya, serta sejauh mana pengguna di Indonesia paham mengenai manfaat dan potensinya.

Pada tahun 2021, tercatat lebih dari 7,4 juta pemilik cryptocurrency yang ada di Indonesia, atau meningkat 85% dibandingkan tahun 2020. Pada awal tahun ini, Indonesia juga menjadi sorotan global awal setelah seorang mahasiswa, Sultan Gustaf Al Ghozali, berhasil menjual swafoto dirinya dalam bentuk NFT “Ghozali Everyday” dan meraup untung hingga 1 juta USD.

Namun Syammas P. Sarbini mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru dalam berinvestasi. “Ghozali Everyday adalah anomali. Siapa pun yang ingin menjelajahi dunia NFT dan blockchain perlu fokus pada komunitas dan pertumbuhan, bukan pada menghasilkan uang dengan mudah,” ujarnya selama webinar saat menyoroti pentingnya memahami platform, baik risiko maupun peluang, dibandingkan hanya sekadar mengikuti arus.

Dennis Adhiswara, seorang tokoh masyarakat dan kolektor NFT, mengungkapkan pendapat serupa. Pada webinar tersebut, ia berbagi pengalamannya dalam memilih dan mengoleksi karya seni NFT. “Nilai dan potensi nyata NFT terletak pada teknologinya. Masyarakat perlu memahami dan mengetahui seluk beluk teknologi yang mendukungnya, memahami tantangannya, dan melindungi diri dari penipuan,” ujar Dennis.

  • Bagikan

Exit mobile version