Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Jawa Tengah, Jasiman Desak Pemerintah Beri Bantuan kepada Korban

  • Bagikan
Camat Sumpiuh Ahmad Suryanto saat memantau kegiatan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di Desa Pandak, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Selasa (15/3/2022). ANTARA/HO-Kecamatan Sumpiuh

FAJAR.CO.ID, SEMARANG - Bencana banjir merendam sejumlah wilayah di Jawa Tengah secara bersamaan, Senin (14/3) lalu.

Melihat kondisi tersebut, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Jasiman mendesak kepada pemerintah untuk memberikan bantuan korban bencana banjir di Purworejo, Kebumen, dan Banyumas.

Jasiman menuturkan bencana banjir dapat diantisipasi dengan berbagai program kesiapsiagaan dan pencegahan kebencanaan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

"Curah hujan sangat tinggi kemungkinan dapat terjadi banjir, makanya kesiapsiagaan bencana merupakan hal wajib," kata Jasiman, Rabu (16/3).

Terdapat beberapa tindakan preventif yang dapat dilakukan, misalnya pelestarian hutan alam serta menggencarkan program reboisasi. Jasiman menerangkan banyak mendengar penjelasan dari para ahli yang menyebut kelestarian hutan efektif mencegah banjir. "Karena penyerapan air ke dalam tanah lebih optimal," terangnya.

Lebih lanjut, naturalisasi atau normalisasi sungai hingga pembangunan embung termasuk langkah efektif yang dapat menolak datangnya banjir.

"Juga biopori, sebab dapat menyerap air ke tanah dan sebagai drainase vertikal," imbuhnya.

Selain mendesak pemerintah dalam hal ini BPBD Provinsi Jawa Tengah, ia meminta masyarakat untuk dapat bersatu padu mengatasi bencana yang tengah melanda. "Selain perlu tindakan preventif, pemerintah dan masyarakat dapat gotong-royong membantu para korban banjir," ucapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD JatengDikki Ruli menyebut telah melakukan sejumlah tindakan penanganan bencana banjir di Purworejo, Kebumen, dan Banyumas. Evakuasi dan pembukaan tempat pengungsian termasuk di antaranya yang telah dilakukan pihaknya di bawah BPBD di daerah terdampak.
"Penyerahan logistik dari pemerintah daerah juga telah berjalan, termasuk pendirian dapur darurat," kata Diki.

  • Bagikan