Kritisi Tambang PT Vale, Rahman Pina Ngaku Pernah Dapat Teror

  • Bagikan
Rahman Pina

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina memang getol mengkritisi pertambangan nikel PT Vale.

Bahkan, Rahman Pina mendesak pemerintah pusat tidak memperpanjang kontrak kerja PT Vale Indonesia yang akan berakhir pada tahun 2025.

Atas pernyataan kerasnya, Legislator Golkar itu mengaku pernah mendapat teror.

Hal itu diungkapkan Rahman Pina saat menjadi narasumber di kanal youtube Upi Show.

"Itu biasa, dengan macam-macam gerakan, itu untuk mempertahankan kondisi. Jadi biasa saja, kalau ada yang mendukung, ada yang mengkritik, ada yang mencemooh," ungkapnya

Meski mendapat teror, ia tak gentar. Menurutnya, banyak orang-orang yang akan membantu memperjuangkan hak rakyat.

"Tapi banyak yang mendukung, saya yakin tidak sendiri, banyak masyarakat yang juga sependapat dengan saya," lanjutnya.

Ia pun menegaskan, jika apa yang ia lakukan ini merupakan perjuangan kolektif, bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan orang banyak.

"Ini tidak mudah, saya tidak mungkin kalau saya sendiri. Yakinlah kalau ujung ini semua adalah untuk kepentingan masyarakat banyak," pungkasnya. (ikbal/fajar)

  • Bagikan

Exit mobile version