Jaga Stabilitas Harga di Pasaran Jelang Ramadan, Dinas Pertanian Gandeng Perhiptani Gelar Pasar Murah

  • Bagikan
IST

Dia juga menegaskan kalau di Maros sudah dibentuk Satgas Pangan yang di dalamnya ada unsur Pemerintah Daerah, TNI-Polri serta pihak terkait lainnya.

"Jadi bagi pengusaha yang menimbun dan menyebabkan komoditas di pasaran langka atau menyebabkan harga melonjak tinggi. Maka akan dikenakan sanksi tegas," tegas mantan Ketua DPRD Maros ini.

Salah seorang warga, Nurul mengaku membeli sejumlah kebutuhan pokok jelang ramadan.

"Kemarin saya beli bawang merah di pasar Rp40 ribu per kilo. Disini saya beli cuma Rp22 ribu per kilo," katanya.

Senada juga disampaikan warga lainnya, Anti. Dia membeli daging ayam untuk persiapan ramadan.

"Saya beli daging ayam, karena harga ayam lebih murah. Kalau di pasar mahal harganya mulai dari Rp65 ribu sampai Rp 70 ribu. Apalagi ada juga yang dipaketkan sama minyak goreng. Telur lumayanlah ," katanya.

Setiap paket pembelian berisi sejumlah komoditas pangan dan diberandol oleh pedagang dengan harga variatif. Mulai dikisaran Rp110 ribu hingga Rp150 ribu per paket.

Meski sejumlah komoditas pangan nampak mudah ditemui di pasar murah ini, tetapi khusus komoditas minyak goreng sulit dijumpai di lapak pedagang.

Bahkan minyak goreng hanya dijumpai disatu stan yang menjual paket. Dan itupun jumlahnya terbatas.

Sekadar diketahui pasar murah ini akan berlangsung hingga Jumat, 1 April dan diikuti sekitar 30 stan dari masing-masing perwakilan 14 kecamatan. (rin)

  • Bagikan

Exit mobile version