Jokowi Minta Jangan Bandingkan Mudik dan MotoGP, Netizen: Jangan Bodohi Rakyat Pak!

  • Bagikan
Presiden Jokowi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Jokowi meminta agar masyarakat tidak membandingkan perhelatan MotoGP dan mudik lebaran. Diketahui, Jokowi memang merespons sejumlah keluhan atas kebijakan pemerintah menjadikan vaksin booster sebagai syarat mudik.

Di Instagram Jokowi, dia menyebut ada 79 juta orang yang akan mudik lebaran nanti. Bila dibandingkan dengan jumlah penonton MotoGP yang hanya 60 ribu orang, Jokowi bilang tidak bisa dibandingkan.

"Menurut data yang saya terima, setidaknya 79 juta orang menyatakan hendak mudik pada Lebaran tahun ini. Ini jumlah yang tidak sedikit," tulis Jokowi.

"Jadi, janganlah dibandingkan dengan acara-acara yang lain, misalnya MotoGP Mandalika yang penontonnya 60 ribu orang," sambung dia.

"Penanganan pemudik dalam jumlah besar ini harus hati-hati. Calon pemudik sudah harus menerima vaksinasi yang lengkap dan vaksin penguat (booster)," tandasnya.

Netizen di kolom komentarnya pun mengkritik pernyataan orang nomor satu di Indonesia itu. Menurutnya, pada perhelatan MotoGP di Mandalika saat itu, pelanggaran prokes banyak ditemukan.

"Jangan bodohi dan nakuti rakyat pak, 79 juta orang dara bapak itu kan tidak dikumpulkan dalam satu area atau tempat tertentu kan pak? Di MotoGP itu di tribun pada rapat-rapat duduk di bangku tribun sekitar 60 ribu orang pka tanpa jaga jarak ada yang tanpa masker, jangan membodohi menakuti rakyat, realistis aja pak. Makasih," tegas @nandha.

Sekadar diketahui, Jokowi menyampaikan bahwa syarat mudik lebaran ialah wajib sudah vaksin dua kali dan booster untuk mencegah penyebaran Covid-19. (ishak/fajar)

  • Bagikan