Sukseskan Program Perisai, BPJamsostek Gandeng Perhiptani Luwu Utara

  • Bagikan

“Kabupaten Luwu Utara ini sangat cocok dijadikan sebagai pilot project dari kegiatan Perisai ini, selain kota Makassar dan kabupaten Toraja,” imbuhnya.

Samuel juga menjelaskan bahwa inovasi Perisai adalah sebuah sistem keagenan yang dibentuk sebagai perpanjangan tangan dari BPJamsostek kepada masyarakat Bukan Penerima Upah untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial.

Untuk menjalankan inovasi ini, kata dia, maka akan ditunjuk dua-tiga orang penyuluh pertanian yang menguasai IT di masing-masing kecamatan. Hak penunjukkan menjadi kewenangan DPC Perhiptani di 15 kecamatan yang ada.

Apa tugas Agen Perisai ini? Samuel menjelaskan bahwa Agen Perisai adalah perpanjangan tangan BPJamsostek yang diberi tugas untuk mengedukasi dan mengakuisisi atau mendaftarkan petani menjadi peserta BPJamsostek. Semakin banyak yang didaftarkan, maka semakin besar insentif yang diterima seorang Agen Perisai.

“Jangan lupa juga bahwa Agen Perisai ini nantinya akan mendapatkan insentif dari situ, selain mendaftarkan dan memberikan perlindungan jaminan sosial kepada petani,” terangnya.

Ada dua jenis insentif yang bakal diterima Agen Perisai, yaitu insentif akuisisi dan insentif iuran. Adapun batas usia petani yang bisa didaftarkan adalah 16 – 64 tahun, karena pada usia tersebut petani masih produktif bekerja.

“Agen Perisai ini akan kami training dalam sebuah kegiatan ToT, sehingga nantinya mereka memahami program ini dan tahu apa yang akan dilakukan di lapangan,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Perhiptani Luwu Utara, Made Sudana, menyambut baik program Perisai BPJamsostek ini. Menurutnya, kegiatan ini bisa dijalankan penyuluh pertanian tanpa harus meninggalkan tugas pokoknya sebagai penyuluh.

  • Bagikan