Mayoritas Warga Desa Belum Paham Soal Perubahan Iklim

  • Bagikan
Pembukaan Walanae Festival

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Perubahan iklim berdampak nyata di desa-desa yang terletak di kawasan Daerah Aliran Sungai  (DAS) Walanae di Kabupaten Bone. Hanya saja, sebagain besar masyarakat belum paham soal perubahan iklim yang terjadi.

Koordinator Proyek Land4Lives Provinsi Sulsel, Muhammad Syahrir mengatakan hamper mayoritas warga desa terutama di Bone belum paham soal dampak dari perubahan iklim. Padahal, selama ini masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada alam serta ekosistemnya sudah pasti terpengaruh oleh anomali-anomali yang timbul dari perubahan iklim.

“Kami focus ke 12 desa yang ada di sekitar DAS Walanae, hasilnya mayoritas belum paham soal dampak perubahan iklim. Padahal hal itu menyangkut mata pencaharian mereka,” katanya usai pembukaan Walanae Festival di Nipah Mall Makassar, Kamis (1/12/2022).

Kepala Desa Turu Adae, Kecamatan Ponre, Bone, Asira Rasyid mengakui jika warganya belum paham betul soal perubahan iklim. Terutama petani dan peternak, mereka masih mengandalkan system pertanian lama.

“Sekarang kan musim hujan dan kemarau tak jelas kapan waktunya. Ini yang membuat sering terjadi gagal panen,” ungkapnya.

Dirinya berharap, lewat hasil penelitian oleh 38 peneliti muda tergabung dalam Inkubator Peneliti Muda Lanskap (IPML) bias menjawab persoalan yang dihadapi warga desa soal perubahan iklim tersebut.

Diketahui para peneliti muda itu menggelar acara satu hari di Bikin-bikin Creative Hub, Nipah Mall, Makassar, untuk menyampaikan gagasan dan pendapat mereka setelah aksi lapang terjun langsung ke 12 desa di Kabupaten Bone. Mereka menghimpun data dan informasi terkait praktik-praktik tata kelola lahan, ketahanan pangan, dan kesetaraan gender.

  • Bagikan