Warga Miskin di Sulsel Kembali Naik, Turun di Kota Namun Bertambah di Desa

  • Bagikan

"Sisi lain, pendampingan kewirausahaan mahasiswa dalam program wirausaha merdeka menjadi hal baru yang bisa dilanjutkan, sehingga mereka punya skill sebelum lulus dan mencari kerja," tandasnya.

Pandangan Sosiolog

Pengamat Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM) Idham Irwansyah Idrus mengatakan kemiskinan identik dengan ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup layak. Harga kebutuhan hidup dipengaruhi berbagai faktor, termasuk ekonomi.

"Terjadinya peningkatan jumlah penduduk miskin di Sulsel di tahun 2022, selain imbas pandemi yang menyebabkan banyak orang kehilangan sumber nafkah, juga disebabkan semakin tingginya harga-harga kebutuhan dasar tadi," katanya.

Sementara kemiskinan merupakan pintu masuk seseorang pada perbuatan jahat, atau kriminal yang boleh jadi alasannya adalah untuk bertahan hidup. Atau setidaknya kemiskinan minimal menambah kumuhnya kota dengan kehadiran pengemis dan anjal.

Pemerintah perlu memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang terkategori miskin secara tepat sasaran, melalui kegiatan edukasi dan pelatihan berbasis pemberdayaan.

"Selain itu, meningkatkan layanan yang bersifat inklusi sehingga semua orang dari berbagai latar belakang dapat mengakses," saran lulusan doktoral UNM ini.

Peran Sulsel

Kepala BPS Sulsel Suntono mengatakan kondisi pada periode Maret sampai September 2022, angka kemiskinan kembali mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen. Sementara jika dihitung sejak September 2021, angka kemiskinan naik sebesar 0,13 persen.

  • Bagikan

Exit mobile version