Sosiologi Banjir dan Fenomena Pop Culture Masyarakat di Jagad Raya Medsos

  • Bagikan
Irfan Yahya Ketua Departemen Sosial dan Keagamaan IKA Magister Departemen Sosiologi Unhas, Aktivis Hidayatullah

Oleh: Irfan Yahya, Ketua Departemen Sosial dan Keagamaan IKA Magister Departemen Sosiologi Unhas, Aktivis Hidayatullah

FAJAR.CO.OD, MAKASSAR -- Mencoba mengutip pokok pikiran salah seorang senior sekaligus Sosiolog Unhas, Dr. Sawedi Muhammad yang dituangkan di wall beranda Facebook sesaat setelah beliau didapuk sebagai
Ketua Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Capter Sulsel. Dalam pokok pikirannya itu beliau
mengemukakan bahwa sosiologi sebagai cabang ilmu yang relevansinya hari ini sangatlah
bersinggungan dengan dinamika kehidupan di semua bidang. Isu-isu yang berkaitan dengan
globalisasi, modernisasi, kemiskinan dan kesenjangan sosial, konflik di berbagai bidang, ledakan
penduduk, perubahan iklim, fundamentalisme, kompleksitas masyarakat perkotaan, marginalisasi
di pedesaan, agama, radikalisme, rawan pangan serta massifnya proletarianisasi akan menjadi
fenomena yang membutuhkan kajian sosiologis yang komprehensif.

Lebih lanjut beliau mengemukakan bahwa peran dan tanggung jawab publik bagi para Sosiolog
(public sociology) menemukan relevansinya. ISI sebagai sebuah lembaga, idealnya menunaikan
perannya dengan mewarnai diskursus publik mengenai isu-isu tersebut di atas dan memberi
rekomendasi dari hasil penelitian, analisis mendalam dan policy brief ke stakeholder terkait.
Bagi penulis, salah satu yang menarik untuk dibahas dengan kondisi saat ini adalah kompleksitas
masyarakat perkotaan, seperti yang dialami oleh warga masyarakat Makassar yang sedang
berkutat dan berjibaku dengan terjangan “genangan air” yang cukup tinggi dan hampir merata di
seluruh wilayah Makassar. Kita dapat mengurainya dengan menggunakan perspektif sosiologi
banjir.

  • Bagikan