Sekolah Penggerak Siap Sukseskan Merdeka Belajar, Prof Jufri: Siswa Lebih Banyak Diskusi dengan Guru

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Program Merdeka belajar adalah program kebijakan baru Kemendikbud RI yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Program ini akan direalisasikan tahun ajaran baru 2021/2022 oleh sekolah penggerak yang telah ditunjuk.

Program pembelajaran akan berpusat kepada peserta didik, dan diarahkan pada pembentukan karakter profil pelajar Pancasila.

“Jadi, nuansa pengajarannya akan lebih nyaman, karena siswa dapat berdiskusi lebih dengan guru. Belajar dengan outing class, dan tidak hanya mendengarkan penjelasan guru,” kata Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel, Prof Dr Muhammad Jufri pada acara penutupan In House Training (IHT) sekolah penggerak se-Sulsel di Aula SMAN 2 Makassar, Kamis, 8 Juli 2021.

Pembentukan profil pelajar Pancasila yang dimaksud kata Kadis, meliputi enam karakter yakni Berketuhanan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.

”Alhamdulillah untuk tingat SMA, sebanyak 17 sekolah yang ditunjuk jadi sekolah penggerak, dan diharapkan tahun ajaran baru sudah bisa menjalankan program tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT SMAN 2 Makassar, DR Muhammad Asrar MPd.I dalam sambutannya menyatakan kesiapannya melaksanakan kurikulum baru, merdeka belajar tahun ajaran baru ini.

”Insya Allah sebagai salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah penggerak, kami siap melaksanakan amanah tersebut mulai dari kelas X,” katanya.

Kesiapan tersebut, jelas Asrar ditandai dengan kesiapan guru. Dalam hal ini, semua guru yang akan mengajar di kelas X telah mengikuti Diklat atau In House Training selama 74 jam dan selama Diklat telah dibekali konsep dan bagaimana penerapan paradigma baru dalam pembelajaran termasuk soal asesman pembelajaran.

  • Bagikan

Exit mobile version