Solar Langka, Pengusaha Transportasi Mengeluh Biaya Operasional Naik Drastis

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Dampak pengurangan kuota BBM jenis solar di Kota Makassar tak hanya membuat antrean di sejumlah SPBU.

Pengurangan kuota itu juga berdampak pada sejumlah perusahaan jasa transportasi antar daerah.

Biaya operasional mereka membengkak jauh sebanyak 30 sampai 50 persen gara-gara sulitnya mendapatkan bahan bakar.

Seperti yang disampaikan Marketing Head Perusahaan Otobus Cahaya Bone, Ismail Ruslan. Ia menyebut kelangkaan juga membuat jadwal pemberangkatan terganggu karena tiap kali melakukan pengisian harus mengantre hingga tiga jam.

"Impact untuk Cahaya Bone ialah jadwal keberangkatan jadi terganggu, yaitu tidak sesuai jadwal yang di tetapkan karena leadtime antre unit mengisi BBM lebih dari 3 jam sehingga ini jadi potensial komplain customer. Selain itu, biaya operasional yang meningkat karena perusahaan harus memilih BBM alternatif untuk menjaga jalannya operasional setiap rute, naiknya 30 sampai 50 persen," ungkap Ismail Ruslan kepada Fajar.co.id.

Hal yang sama juga dirasakan Supriadi Faris, pemilik perusahaan ekspedisi CV Limbang Dolangan. Ia berkeluh kelangkaan Solar ini bahkan sudah dirasakan sudah sejak setahun lalu.

"Sudah lebih satu tahun ini kita setengah mati karena Solar langka. Sopir saya banyak mengeluh, dapat komplain dari pelanggan karena sering terlambat, karena kesulitan membeli Solar di beberapa wilayah, untuk rute Makassar-Palu-Gorontalo-Manado," ucapnya.

Ia menduga, kelangkaan Solar ini sengaja diciptakan agar masyarakat beralih ke BBM berkualitas seperti Solar DEX dan sejenisnya.

  • Bagikan

Exit mobile version