Biaya Karantina di Asrama Haji Dituding Mahal, Begini Penjelasan Kemenag

  • Bagikan
Petugas merapikan kamar untuk jemaah umrah di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (1/12/2021). Kementerian Agama menyiapkan Asrama Haji Pondok Gede sebagai tempat karantina jemaah umrah dan akan menerapkan kebijakan satu pintu pemberangkatan jemaah. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Biaya karantina di Asrama Haji dikatakan cukup mahal. Hal ini diungkapkan anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, yang menyampaikan kritikan dari biro travel terkait pelaksanaan ibadah umrah.

“Kita rapat dengan Satgas Covid-19, untuk karantina umrah itu ditempatkan di asrama haji. Informasi yang kami terima, ternyata di asrama haji juga mahal,” ucap dia dalam Rapat Kerja bersama Menteri Agama, Senin (24/1).

Informasi yang ia terima, biaya untuk karantina di kisaran angka Rp 700 ribu sampai Rp 1,5 juta sehari. Menurutnya, biaya ini terlampau mahal untuk biaya karantina. “Ini dari asrama haji. Kami mohon ini umrah,” imbuhnya.

Mengenai itu, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Hilman Latief pun memberikan jawaban. Ia menyampaikan bahwa harga yang ditetapkan untuk karantina sudah sangat murah.

“Mengenai harga kita sudah merumuskan, secara prinsip kita akan menawarkan harga affordable atau lebih murah dari yang lain karena tinggal di asrama,” ucap dia.

Harga yang ditawarkan adalah sebesar Rp 3,5 juta untuk 7 hari, bukan satu hari. “Dari list yang diajukan, dua sampai Rp 3,5 juta itu sampai 7 hari. Saya kira ini sangat-sangat murah, bukan satu hari tapi 7 hari,” imbuh Hilman.

“Makannya 3 kali, saya kira ini sudah cukup masuk dalam kategori yang cukup murah,” pungkasnya. (jpg/fajar)

  • Bagikan

Exit mobile version