Pemkot Makassar Segera Menggenjot Pengelolaan Sampah Organik

  • Bagikan
IST

Danny kemudian mencontohkan sampah makanan di Makassar ada sebesar 53 persen kalau bicara 1000 ton per hari, berarti ada 530 ton sampah makanan per hari.

"Sekarang, skala mesin itu hanya 3 ton per hari. Bayangkan berapa besar kita harus kelola sampah makanan. Kan orang Makassar itu suka makan. Dan handling makanan ini berbeda, jadi kita siapkan ember di rumah, terus kita masukkan mobil tangki, dikasih masuk, diblender, diambil gasnya, sisa dari gasnya dipake maggot,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Bak Sampah Sahar mengatakan, hal ini untuk menindaklanjuti program-program kerjasama dengan pemerintah kota terkait sampah organik atau menjadi magor kemudian menjadi kompos yang selanjutnya pakan ternak.

“Tadi hasil pertemuan dengan Pak Wali, Pak Wali sangat respek sekali bahkan beliau mau menjadikan percontohan di Indonesia untuk pengolahan sampah organik menjadi pupuk dan produk-produk lainnya seperti pelet untuk makanan binatang yang lainnya,” ucapnya.

Kemudian selanjutnya, alat untuk magot itu bisa mengolah sampah tiga ton sampah organik per hari.

“Kalau sudah dipasang alatnya sudah beroperasi. Alatnya untuk pengolahan magot. Untuk pengelolaan sampah organik dengan teknologi maggot,” ujarnya.

“Kalau pak wali tadi mau menjadi kan percontohan pengolahan sampah organik karena ini alatnya pertama di Indonesia makanya yang kedua akan diaktifkan RT/RW. Pak wali tadi sudah minta dua orang laskar pelangi per kecamatan untuk diaktifkan untuk ikut pelatihan. Nanti kita akan latih teman-teman di RT/RW,” pungkas Sahar. (selfi/fajar)

  • Bagikan

Exit mobile version