UMKM Lorong Wisata Didorong Jualan di Marketplace, Pengamat Ekonomi Ingatkan Peran Penting Dinas UMKM

  • Bagikan
Ilustrasi UMKM di Kota Makassar (Foto: Abe Bandoe/Fajar)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berbasis di Lorong Wisata didorong menjajakan produk di marketplace. Pengamat menilai usul itu baik, tapi mesti dipersiapkan baik-baik.

Hal itu disampaikan Pengamat Ekonomi Universitas Bosowa, Arifuddin Mane. Penjualan melalui daring, apalagi marketplace menurutnya memang perlu dilakukan saat ini.

Apalagi melihat tren yang ada. Konsumen kadang lebih memilih belanja di marketplace daripada langsung mengambangi lokasi jualan.

“Orang tidak butuh keluar rumah, tidak keluarkan biaya transportasi. Apalagi di kota, waktu untuk pergi ke toko ataupun ke lorong terbatas,” jelasnya kepada fajar.co.id, Jumat (9/6/2023).

Eks Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bosowa itu mengatakan, jika penjualan di marketplace bisa dioptimalkan, maka prospek penjualan pasti semakin bagus.

Tapi yang perlu diperhatikan, menurutnya adalah kualitas produk. Jika kualitas produk tidak bagus, akan sangat berpengaruh pada penjualan.

“Kalau kualitasnya tidak bagus bisa saja tidak laku. Kalaupun laku mungkin satu kali saja. Karena di marketplace persingannya sangat ketat,” terangnya.

Karenanya, ia menekankan peran Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi. Pendampingan pemerintah pada UMKM menurutnya sangat penting.

“Mestinya ada pembinaan dari pemerintah, khususnya dinas UMKM dan koperasi,” ungkapnya.

Dorongan agar UMKM di Longwis menjual produk di marketplace sebelumnya disampaikan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Makassar. Saat pembukaan Gerakan literasi dan Inklusi Keuangan di Hotel Karebosi Premier, Rabu (24/05/2023).

  • Bagikan

Exit mobile version