Jelang Iduladha, BBVet Maros Imbau Perketat Lalulintas Ternak Sapi

  • Bagikan
IST

Untuk di Kabupaten Gowa, Sidrap, Bone dan Enrekang, masih ada ditemukan kasus aktif penyakit jembrana.

"Tapi ini semua masih bisa dikendalikan. Tim kami aktif mengunjungi peternak untuk melakukan pengujian sampel,"sebutnya.

Diakuinya untuk mencegah penyakit ini tidak menular lebih cepat, memang diperlukan sosialisasi ke peternak untuk tidak panic selling. Sebab melalui kondisi seperti inilah penularan akan berpotensi berkembang cepat.

"Memang masih ada fenomena yang terjadi di kalangan peternak itu panic selling. Sehingga begitu ada kejadian, mereka menjual semua sapinya dengan harga murah. Hasilnya apa? Sapi-sapi itu menyebar ke beberapa wilayah tanpa adanya pengawasan. Inilah yang sangat berpotensi penularannya. Karena virus ini tidak menyebar melalui angin. Tapi melalui perantara lalat, dan darah melalui hasil kontak fisik sapi,"jelasnya.

Olehnya itu kata dia perlu dilakukan kerjasama antar semua instansi terkait agar lebih memperketat pengawasan lalu lintas ternak sapi, terutama sapi yang daerahnya sudah terkena penyakit jembrana.

Agustia juga mengakui jika pihaknya telah bekerja sama dengan instansi terkait di setiap daerah untuk melakukan vaksinasi. Sebab itu dianggap cukup efisien untuk mencegah penyakit ini berkembang.

"Jadi memang setiap ada sapi yang sakit dan dicurigai terjangkit satu penyakit, sampelnya itu dibawa kesini dan kami memeriksa sampel untuk memastikan itu penyakit apa,"ungkapnya.

Setelah hasilnya keluar, kata dia, selanjutnya diserahkan ke instansi terkait di setiap daerah yang ditemukan kasusnya untuk selanjutnya ditindaklanjuti pemberian vaksinnya.

  • Bagikan