Makam Datuk Pakkalimbungang sebagai Pusat Spiritualitas dan Tradisi di Kelurahan Bonto Lebang

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, Bantaeng -- Kelurahan Bonto Lebang adalah salah satu kelurahan yang ada di wilayah kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Luas wilayah Kelurahan Bonto Lebang adalah 1,01 km2/sg.km dengan tinggi wilayah 500meter dari permukaan laut.

Berdasarkan data statistik tahun 2023 jumlah penduduk 4097 Jiwa, diantaranya 2053 laki-laki dan 2044 perempuan. Kelurahan Bonto Lebang merupakan ibukota kecamatan Bisappu yang wilayah perbatasan; Sebelah utara berbatasan dengan Desa Bonto Saluang, Sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Bonto Sunggu, Sebelah selatan berbatasan dengan Bonto Jai, dan Sebelah Barat berbatasan dengan kelurahan Bonto Manai (Kecamatan Bissappu Dalam Angka, 2023).

Terdapat berbagai potensi yang ada di kelurahan Bonto Lebang baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Kaitannya dengan Kepariwisataan Kelurahan Bonto Lebang memiliki spot wisata yang khas yaitu wisata budaya religi berupa pekuburan tua, yang berada di wilayah Pakkalimbungan RW1, Kelurahan Bonto lebang yang mulai banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Kompleks pekuburan tua yang ada di Bonto Lebang bernama makam Datuk Kalimbungan. Datuk Kalimbungan yang nama sebenarnya Syekh Amir pada masa hidupnya adalah seorang Muballing yang sangat besar dan dikagumi banyak orang sekitar Kerajaan Bantaeng karena kesederhaan dan Ilmmunya. (Data Peninggalan Sejarah dan Purbakala Kabupaten Bantaeng, 1984).

Kompleks pekuburan tua di Bonto Lebang

Diceritakan bahwa sosok Datuk Kalimbungan merupakan seorang penyaiar agama islam yang berasal dari daerah Maiwa (wilayah Kabupaten Enrekang) yang merantau ke arah selatan hingga sampai dikerjaan Bantaeng dan menggapdi sampai Ia wafat.

  • Bagikan

Exit mobile version