HJW Ke-625, Merajut Sutra Merangkai Nusantara ri Tana Wajo

  • Bagikan

Andi Bataralifu menyebut, peringatan Hari Jadi Wajo yang diaksanakan setiap tahun, merupakan salah satu upaya untuk memperkuat identitas yang nilai-nilainya digali dari sejarah, budaya, dan adat istiadat yang tumbuh dan berkembang di daerah kita sejak awal mula keberadaanya.

Kearifan dan kebijaksanaan leluhur yang terekam pada berbagai dokumentasi, mengandung pelajaran berharga dalam berbagai bidang kehidupan, yang patut dijadikan sebagai rujukan dalam mengukir sejarah perjalanan hidup saat ini, hingga di masa yang akan datang. Termasuk tentunya, bagi generasi muda.

Kata Bataralifu, tema yang diangkat Dalam HJW ke-625 ini, adalah Merajut Sutra Merangkai Nusantara ri Tana Wajo. Tema ini dielaborasi dari potensi dan keinginan masyarakat Kabupaten Wajo untuk menjadikan sutra sebagai produk unggulan daerah yang berdaya saing tinggi, sehingga dapat menjadi sumber kebanggaan, baik di kawasan regional Sulawesi maupun di tingkat nasional.

"Kita bersyukur, karena sejak dulu, Kabupaten Wajo telah dikenal sebagai daerah penghasil sutra. Warisan budaya yang tak ternilai, yang ditinggalkan oleh pendahulu kita, yang kemudian
menjadi salah satu subsektor dalam menggerakka perekonomian kita. Banyak orang yang datang ke daerah kita ini, untuk mendapatkan produk yang masyhur disebut Sutra
Sengkang, baik untuk keperluan pribadi, maupun sebagai pelengkap dalam berbagai aktivitas sosial dan budaya," imbuhnya. .

Peluang ini harus ditangkap sebagai jalan untuk menebar kesejahteraan kepada seluruh masyarakat, terutama pelaku industri ini, dari hulu hingga ke hilir. Dukungan Bapak Gubernur
Sulawesi Selatan dengan menginisiasi program bertajuk “mengembalikan kejayaan sutra”, telah dirancang secara sistematis untuk membangkitkan kembali industri ini. Maka
sebagai masyarakat Kabupaten Wajo, harus menyambut baik dengan melakukan berbagai inovasi dan kreativitas dalam mengelola sutra, seiring dengan perkembangan dan tuntutan
zaman.

  • Bagikan