SULSEL.FAJAR.CO.ID – Pasar modal Indonesia dihantam gelombang aksi jual masif pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan ambruk hingga 1,95 persen atau setara 138,33 poin, yang memaksa indeks terlempar keluar dari zona nyaman dan parkir di level 6.962,89.
Pelemahan tajam ini mencerminkan sentimen negatif yang mendominasi pasar global maupun domestik. Data RTI menunjukkan dominasi warna merah yang sangat kontras: sebanyak 553 saham melemah, sementara hanya 129 saham yang mampu bertahan di zona hijau, dan 141 saham stagnan.
Aksi jual melanda hampir seluruh lini tanpa kecuali. Sebanyak 11 indeks sektoral kompak berakhir merosot. Sektor industri menjadi salah satu yang paling babak belur dengan koreksi 1,30 persen, disusul sektor bahan baku yang melemah 1,00 persen, serta sektor energi yang turun 0,86 persen.
Bahkan, indeks saham-saham unggulan (blue chip) tak kuasa menahan gempuran. Indeks LQ45 terpantau turun 0,73%, sementara indeks syariah JII melemah lebih dalam yakni 0,84%.
Di sisi lain, stabilitas nilai tukar juga menjadi sorotan. Kurs Rupiah pagi ini terpantau jalan di tempat di level Rp 17.319 per dolar AS, menunjukkan tekanan eksternal terhadap mata uang Garuda masih cukup tinggi.
Meskipun pasar terkoreksi dalam, aktivitas perdagangan tergolong sangat ramai. Volume perdagangan tercatat mencapai 16,5 miliar saham dengan nilai transaksi menembus Rp 6,34 triliun. Total kapitalisasi pasar sore ini berada di angka Rp 12.583 triliun.
Daftar Sektor yang Terkoreksi:








