4.200 Pengurus Bank Sampah di Seluruh Indonesia Ikut E-Learning

Jumat, 26 Februari 2021 13:35

BANK SAMPAH. Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Saharuddin Ridwan menjadi narasumber dalam kegiatan KLHK.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –- Untuk mendukung eksistensi bank sampah di tengah kondisi pandemi Covid-19 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 bekerja sama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM, melakukan program e-learning pelatihan pengelolaan sampah di bank sampah.Kegiatan tahap pertama dilaksanakan pada 22-25 Februari 2021.

“Tujuannya, memberikan pelatihan baik teori maupun praktik pengelolaan sampah kepada pengurus bank sampah, sehingga peserta pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di bank sampah masing-masing,” ujar Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati pada pelatihan tahap pertama, Kamis (25/2).

Vivien mengungkapkan, tujuan pelatihan ini sebagai pemberdayaan bank sampah agar dapat mendukung pencapaian target penyediaan bahan baku dalam negeri untuk kegiatan daur ulang plastik dan kertas.

Adapun target peserta pelatihan ini, lanjut Vivien, sebanyak 4.200 pengurus bank sampah di seluruh Indonesia dengan nara sumber atau pengajar berasal dari para praktisi pengelolaan sampah. Kegiatan e-learning pelatihan pengelolaan sampah di bank sampah ini akan dibagi dalam 28 angkatan dan 14 tahap kegiatan, di mana setiap angkatan terdiri dari 40 peserta pengurus bank sampah dengan masing-masing tahap pelatihan selama 4 hari dengan target pelaksanaan seluruh tahapan sampai April 2021.

Tahap pertama program e-learning pelatihan pengelolaan sampah di Bank Sampah dimulai pada tanggal 23 – 26 Februari 2021 sebanyak 324 peserta pengurus bank sampah dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Saharuddin Ridwan yang juga salah satu narasumber dalam kegiatan ini mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan KLHK ini. Meskipun selama kegiatan peserta pelatihan menggunakan jaringan internet selama 8 sampai 10 jam setiap harinya. Para pengajar, fasilitator dan peserta pelatihan tampak antusias dalam kegiatan ini dikarenakan kegiatan e-learning ini merupakan yang pertama dilakukan kepada pengurus bank sampah.

Komentar

VIDEO TERKINI