PLT Gubernur Sulsel : Proses Lelang Tak Boleh Berhenti

Rabu, 3 Maret 2021 12:13

Finishing Masjid 99 Kuba adalah salah satu proyek Pemprov Sulsel yang sudah memasuki tahap tender

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Lelang proyek Pemprov Sulsel masih minim. Baru ada 26 paket dari 400 kegiatan yang harus tayang di LPSE.

Beberapa proyek yang berjalan tersendar di antaranya proyek Masjid 99 Kubah yang menelan anggaran Rp23,5 miliar. Kegiatan dari Dinas PUTR itu, sudah ditayangkan dan sisa menunggu pemenang.  Kemudian proyek lain yakni, Manajemen Konstruksi (MK) Stadion Mattoanging. 

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pemprov Sulsel, Sari Pudjiastuti mengatakan, mengatakan, pihaknya masih menunggu usulan untuk lelang sejumlah paket kegiatan. Saat ini, baru ada 26 paket yang telah diproses. 

Padahal, di pemprov ada lebih dari 400 kegiatan. “Apapun yang sudah disodorkan, kami lengkapi. Setelah itu, lelang beproses. Proses lelang tetap on the track dan berjalan seperti biasa,” bebernya kemarin. 

Sementara pada Dinas PUTR Sulsel, setidaknya banyak paket kegiatan yang harusd segera dilelang. Pasalnya PU menjadi salah satu pemegang anggaran terbesar dengan total pagu belanja modal sebanyak Rp600 miliar lebih.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Sulsel, Haeruddin mengatakan, dari jumlah tersebut memang beberapa kegiatan sudah diajukan untuk tender. Sebut saja, kata dia, pembangunan Masjid 99 Kubah. 

Kemudian, ada pula beberapa proyek yang bersumber dari dana hibah jalan daerah. Totalnya mencapai Rp60 miliar, terbagi untuk beberapa ruas. Seperti ruas Jalan Bua-Rantepao, serta beberapa ruas yang menghubungkan kabupaten/kota.

“Pastinya tender tetap akan berjalan. Sebab, pelayanan masyarakat tak boleh berhenti. Jangan sampai masyarakat menunggu rencana pembangunan dari pemerintah,” bebernya kepada FAJAR, kemarin. 

Lalu ada proyek DAK jalan, yang totalnya Rp27 miliar. Kata dia, baik proyek yang bersumber dari hibah jalan daerah dan DAK rata-rata sisa menunggu pemenang. Berbeda dengan APBD yang masih menunggu proses perencanaan dan persetujuan DPA. 

Komentar

VIDEO TERKINI