Perlu Sinergi Menjaga Kawasan Konservasi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sejumlah masalah masih menjadi tantangan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulsel menjaga kawasan konservasi di Sulselbar. Dibutuhkan sinergi semua pihak terkait untuk sama-sama menjaga kawasan konservasi yang total luasnya mencapai 400 ribu hektare lebih ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulsel, Thomas Nifinluri saat ekspose capaian kinerja kelola konservasi 2021 di Hotel Ibis City, Rabu, 26 Januari.

“Kita punya tantangan dan permasalahan dalam pengelolaan kawasan konservasi utamanya masalah penataan ruang, tantangan terkait konflik, perambahan, kebakaran hutan,” kata Thomas.

Termasuk juga masih maraknya peredaran dan perdagangan satwa liar. Dengan kerja sama semua pihak terkait diharapkan sejumlah masalah itu mendapat perhatian. “Ini semua kita lakukan mitigasi pendekatan penyelesaian masalahnya bersama-sama. Itu intinya,” katanya.

Selain itu, kegiatan yang dihadiri dari unsur Unit Pelaksana Teknis Kementerian LHK Lingkup Sulawesi Selatan, Kementerian Terkait, Pemerintah Daerah, Akademisi, NGO, mitra penangkar, mitra penggiat wisata, korporasi, media, asosiasi dan pemerhati/ perorangan ini bisa memberi ktitik dan sarannya. “Agar kegiatan kita tahun ini lebih sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Abdul Malik Faisal, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel menyarankan agar edukasi masif dilakukan terhadap masyarakat di kawasan konservasi. Terlebih, edukasi untuk menghasilkan produk dari hutan yang bernilai ekonomis tinggi yang diperhitungkan pasar.

“Tantangan selanjutnya hasil hutan harus berkualitas. Minimal dipasarkan ke hotel atau ritel modern. Misalnya kopi, petani kita kebanyakan buah kopinya masih hijau sudah dipetik, padahal harusnya nanti buahnya memerah,” katanya.

“Begitu juga madu kita masih kalah bersaing dari segi kualitas. Padahal madu kita sangat banyak, tetapi tidak bersiang dengan Turki dan New Zealand. Dengan kualitas bagus, kita tidak akan malu menawarkan hasil hutan sebagai ole-ole,” tandasnya. (rul)

  • Bagikan