Merupakan Warisan Budaya Leluhur, Ini Makna Siri’ na Pacce Menurut Sekjen PP KKT Jeneponto

  • Bagikan
Wakil bupati Jeneponto, H Paris Yasir, SE, diapit oleh Guru besar UIN Alauddin Prof. Dr. Bahaking Rama dan Sekjen PP KKT Jeneponto, Abdul Rachmat Noer.

FAJAR.CO.ID -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Kerukunan Keluarga Turatea (PP KKT) Jeneponto, H Abdul Rachmat Noer, mengingatkan kepada warga Jeneponto untuk tetap menjadikan budaya siri na pacce sebagai sikap dalam keseharian dimanapun dia berada. Siri’ na pacce berfungsi sebagai perisai dalam menjalani kehidupan saat ini.

Budaya siri’ na pacce adalah warisan yang sangat berharga yang tidak hanya berlaku dizaman nenek moyang tapi juga sampai hari ini bahkan dimasa yang akan datang.

Hal tersebut disampaikan Rachmat saat memberikan sambutan pada acara Milad ke-5 Kerukunan Keluarga Jeneponto Cabang Barombong Kabupaten Gowa, Sabtu malam (21/5/2022).

Orang Makassar khususnya orang Jeneponto wajib memelihara budaya ini karena siri’ na pacce tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

"Orang yang tidak memiliki siri’ na pacce menandakan derajat dia sangat rendah dalam kehidupan sosial," ujar Rachmat.

Pada kesempatan itu, mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel ini menjelaskan pengertian siri’ na pacce.

Siri’ ialah rasa malu yang terurai dalam dimensi-dimensi harkat dan martabat manusia, siri’ ialah sesuatu yang ‘tabu’ untuk masyarakat Makassar dalam berinteraksi dengan orang lain.

Sedangkan, pacce mengajarkan rasa kesetiakawanan dan kepedulian sosial tanpa mementingkan diri sendiri dan kelompok inil ialah salah satu konsep yang menciptakan suku Makassar dapat bertahan dan disegani diperantauan. Pacce adalah sifat belas kasih dan perasaan menanggung beban dan penderitaan orang lain, jelas Dirut PT Biringkassi Raya.

  • Bagikan

Exit mobile version