Jokowi Diciprat Air Beras Kunyit saat Prosesi Ritual Adat Kendi Nusantara, Politisi Demokrat Heran

  • Bagikan
Prosesi pencipratan air beras kunyit ke Presiden Joko Widodo dan ibu negara oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Adji Muh Arifin di Titik Nol Ibu Kota Nusantara, di Kalimantan Timur, Senin (14/4/2022).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Waketum DPP Demokrat, Benny K Harman bertanya-tanya soal prosesi pencipratan air beras kunyit ke Presiden Joko Widodo dan ibu negara oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Adji Muh Arifin di Titik Nol Ibu Kota Nusantara, di Kalimantan Timur, Senin (14/4/2022).

Benny mengaku heran dengan prosesi itu. Melalui cuitan di akun Twitternya. Dia bilang, apakah prosesi tersebut masuk acara kenegaraan atau bukan.

"Ini acara kenegaraan atau bukan? Atau ini mungkin Negara Nusantara sehingga ritual kenegaraan berubah menjadi ritual kendi??," tanya Benny di cuitan Twitternya.

Dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, prosesi itu disebut-sebut untuk menghindari segala masalah dan marabahaya.

"(Prosesi adat ini) untuk melindungi, membersihkan, permohonan agar dijauhkan dari marabahaya, selalu mendapat rahmat, lindungan dari Yang Maha Esa," ujar pembawa acara, Karina Lakshimingrum.

Sejumlah rangkaian acara dilakukan. Hal ini disebut-sebut sebagai ritual Kendi Nusantara, yang kelak wilayah ini akan menjadi ibu kota baru Indonesia, dan menggantikan Jakarta.

Dalam acara ini pula, sejumlah gubernur hadir dan membawa tanah dan air dari daerah asal masing-masing, dan melambangkan kekhasan serta kearifan lokal daerah masing-masing.

Khusus Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengambil tanah dari situs Bangkalae, Kabupaten Bone dan air dari masjid tertua di Indonesia, masjid Al Hilal Katangka Kabupaten Gowa. Sampel tanah dan air ini akan dikirim ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim). (Ishak/fajar)

  • Bagikan