Kuota SMA Makassar Hanya 7.812 Siswa, Disdik Dahulukan Jalur Zonasi

Rabu, 3 Maret 2021 12:19

SIMULASI.Suasana Simulasi SMA Negeri 10 Makassar dalam rangka menghadapi sekolah tatap Muka beberapa waktu yang lalu

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel akan mendahulukan pembukaan jalur zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA. Jalur ini, kerap menimbulkan persoalan pada penerimaan tahun-tahun sebelumnya.

Kuota untuk SMA negeri se-Sulsel sudah dipersiapkan. Jumlah mencapai 78.199 orang. Rinciannya, 2.173 rombel. Khusus Kota Makassar mendapat kuota 7.812 siswa dari 217 rombel.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Sulsel, Idrus mengatakan, kuota yang tersedia memang sangat minim. Misalnya saja di Kota Makassar. Hanya 7.812 siswa saja dari 23 sekolah negeri yang akan diterima.

Ia memahami, SMA negeri selalu menjadi pilihan utama bagi siswa lulusan menengah pertama. Hanya saja, pihaknya tak bisa asal menambah kapasitas. Apalagi sudah ada aturan maksimal siswa di dalam satu rombel atau kelas.

“Maksimal hanya sampai 36 siswa. Makanya, kami minta pendaftar tak hanya bertumpu di sekolah negeri saja. Melainkan ada pilihan sekolah swasta,” bebernya.

Di Kota Makassar, setidaknya ada 24 ribu siswa tamatan SMP. Apabila mengandalkan kuota SMA negeri, pastinya seluruh siswa tidak akan tertampung. Karena itu, SMA swasta harus menjadi pilihan alternatif.

Pihaknya juga mendahulukan pembukaan jalur zonasi dengan kuota 50 persen dari daya tampung. Berbeda tahun-tahun sebelumnya. Di mana jalur zonasi dibuka paling akhir. Alasannya, jalur ini paling banyak bersoal. Kuotanya juga besar.

“Kami ingin lebih awal kerja keras. Setelah itu ada ketenangan. Sekarang pelaksanaan jalur zonasi juga berbeda dengan penerimaan sebelumnya, kami tak lagi menerima pendaftar dengan suket domisili saja, harus KK,” jelasnya.

Kemudian, pendaftaran akan berlanjut untuk jalur afirmasi, perpindahan orang tua siswa dan guru, serta jalur prestasi. “Juknisnya masih tahap finalisasi. Rencananya, untuk pendaftaran, akan dilakukan Mei atau Juni,” tambahnya.

Komentar

VIDEO TERKINI