Angkat Tema Kearifan Lokal, Logo HUT Luwu Utara Bernuansa Kepedulian dan Saling Menguatkan

  • Bagikan
Logo HUT ke-23 Luwu Utara.

Sementara Siporai, lanjut dia, lebih kepada bagaimana mengajak masyarakat untuk saling menyayangi, saling menjaga kedamaian, dan mengajak masyarakat untuk tidak saling membenci satu sama lain.

“Nah, melalui tema lokal ini, harapan kita semua bahwa masyarakat Luwu Utara itu punya karakter dan sifat saling peduli, saling menyayangi, dan tidak saling membenci,” imbuhnya.

“Cinta itu kan melebihi segala-galanya. Kita ingin meluluhkan kekerasan dengan cinta dan kasih sayang. Kita mengangkat kearifan lokal harapannya seperti itu. Kata-kata itu kan simbol. Nah, ini yang mau kita angkat karena memang tantangannya berat, tapi Alhamdulillah, kita bisa melewatinya bersama,” sambungnya.

Terkait logo HUT ke-23 Luwu Utara, Aspar menjelaskan bahwa logo tersebut menggunakan huruf lontara yang dipadukan dengan motif batik Rongkong.

“Huruf ini kita ambil dari huruf Lontara yang dipadukan dengan motif Batik Rongkong. Sementara warna kuning bermakna perdamaian, cemerlang dalam prestasi,” terangnya.

“Sementara warna hijau itu bermakna keunggulan potensi sumber daya alam yang konek dengan tema RKPD 2022, yaitu pemulihan ekonomi, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Jadi, baik logo dan tema sesuai dengan tema RKPD 2022,” pungkasnya. (*/fnn)

  • Bagikan