Diskominfo Luwu Utara Dorong Penerapan Digital Farming Berkelanjutan untuk Petani Kakao

  • Bagikan

Untuk diketahui, Kabupaten Luwu Utara mendapat jatah 26 titik pembangunan BTS Non 3T dari Kementerian Kominfo tahun 2022. Empat di antaranya sementara dalam pembangunan, yaitu 3 di Kecamatan Rongkong, dan 1 di Kecamatan Sabbang.

“Tak hanya itu, Luwu Utara juga membangun infrastruktur digital jaringan optic broadband Telkom, yaitu sebuah koneksi internet yang memanfaatkan jaringan kabel fiber optic dengan kapasitas bandwidth yang lebih besar dan kecepatan yang lebih maksimal,” ungkap Arief.

Nah, yang menjadi tantangan saat ini, kata Arief, adalah penyebaran BTS yang bertumpuk di perkotaan atau di wilayah-wilayah ekonomis lainnya, sehingga menyebabkan kualitas download dan upload menjadi tidak stabil alias lalod. Salah satu solusi yang ditawarkan Arief untuk mendukung digital farming adalah menyiapkan akses internet yang lebih cepat.

“Penyediaan akses internet broadband berkecepatan tinggi pada zona-zona penghasil kakao menjadi urgen untuk segera kita lakukan dalam mendorong kelancaran digital kakao dengan pola bagi hasil dan pola jaminan keamanan investasi antara vendor dan BUMDes atau gabungan BUMDes,” papar mantan Kepala Kantor Pengelolaan Data Elektronik ini.

Instrumen pendukung lain adalah aplikasi. Seperti diketahui, Program Pendampingan Petani Kakao di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Luwu Utara, ini juga menyiapkan sebuah platform digital berupa aplikasi seluler e-Cocoa yang telah dipatenkan. Aplikasi ini nantinya digunakan petani mengakses berbagai modul dan pelatihan via handphone. “Kami siap mendukung penerapan platform aplikasi e-Cocoa tersebut,” imbuhnya.

  • Bagikan