Sidak Takjil, Dinkes Maros Uji 68 Sampel

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAROS -- Guna melakukan pengawasan jajanan takjil selama Ramadan, Dinas Kesehatan Kabupaten Maros melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Butta Salewangang Maros atau Pasar Tramo di Jalan Nasrun Amrullah, Selasa, 26 Maret.

Sidak yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Maros ini sengaja digelar untuk memeriksa ada tidaknya kandungan bahan zat kimia berbahaya pada jajanan buka puasa atau takjil yang dijajakan dipasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus mengatakan pihaknya sengaja turun melakukan sidak dibulan Ramadan untuk mengetahui kandungan jajanan buka puasa atau takjil.

Dia mengatakan jika sejak awal ramadan 14 puskesmas di Kabupaten Maros telah melakukan pemeriksaan di pasar-pasar yang ada di wilayah kerja masing-masing.

Sedangkan khusus di Pasar Tramo ini, kata dia, ada 68 sampel yang diperiksa, di antaranya cendol, biji delima, jelli, kolang kaling, tape, kaddoppe dan tahu tempe.

"Kita lakukan pengambilan sampel dan langsung dilakukan pemeriksaan di tempat. Hasilnya, dari 68 sampel yang diambil dan alhamdulillah hasilnya negatif," jelasnya.

Dia juga mengtakan kalau kebanyakan takjil di Pasar Tramo ini diproduksi oleh pedagang itu sendiri. Sehingga kemungkinan mengandung bahan berbahaya itu sangat minim.

"Jika ada yang terbukti positif mengandung bahan kimia berbahaya, maka kami Dinas Kesehatan akan memberikan pembinaan bahaya dari hal tersebut,"kata Mantan Kapus Bantimurung ini.

Dia juga mengatakan kalau ada beberapa tanda yang dapat dilihat pada takjil yang mengandung bahan kimia berbahaya. Seperti teksturnya yang kenyal dan tidak mudah patah serta warna yang mencolok.

  • Bagikan