Tinggi Kehamilan di Lutim Masih Tinggi, Pasangan Usia Subur Minim Pakai Kondom

Rabu, 1 Juli 2020 15:59
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, LUWU TIMUR–Tingkat kehamilan pasangan subur di Luwu Timur sangat tinggi. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melakukan pelayan pemasangan alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur untuk melindungi kehamilan yang tidak diinginkan atau yang berisiko karena pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Luwu Timur, Nursih Hariani, mengatakan telah menyelenggarakan pelayanan serentak sejuta akseptor.

”Kegiatan ini juga dalam rangkaian Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 Tahun 2020,”kata Nursih, pada Rabu 1 Juli. Layanan ini berhasil memasangkan akseptor bagi 1.040 pasangan usia subur.

Pemasangan akseptor ini berlangsung pada 17 Puskesmas yang ada di Kabupaten Luwu Timur.

“Pelayanan sejuta akseptor di Luwu Timur sukses menjaring 1.040 akseptor. Capaian ini berkat kerjasama yang baik oleh penyuluh KB lapangan, tenaga kesehatan, dan kader yang proaktif melakukan penjaringan akseptor di masing-masing wilayah,”ujar Nursih.

Nursih merincikan, dari jumlah 1.040 akseptor yang terjaring, pengguna Pil sebanyak 263 akseptor, kondom sebanyak 51 akseptor, suntik berjumlah 289 akseptor, IUD sebanyak 49 akseptor, implant sebanyak 388 akseptor. Sementara MOP dan MOW tidak ada akseptor yang terjaring.

Ia menambahkan, kegiatan pelayanan serentak sejuta akseptor ini dalam rangka peringatan Harganas ke-27 Tahun 2020 dengan tema nasional “Melalui Keluarga Kita Wujudkan Sumber Daya Manusia Unggul Menuju Indonesia Maju” yang serentak dilakukan diseluruh Indonesia.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur, Puspawati mengaku mengapresiasi langkah Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Luwu Timur untuk menekan laju kehamilan dimasa subur.

”Ini untuk melindungi kehamilan yang tidak diinginkan atau yang berisiko karena pandemi Covid-19,”paparnya.

Kepala Bidang Kebidanan Dinkes Luwu Timur, Bidan Balobo mengatakan, pendataan ibu hamil yang memeriksa kesehatan di puskesmas sangat tinggi.

”Usia pasangan subur yang mengalami hamil sangat tinggi, ”kata Balobo. Dia merinci warga yang hamil dan memeriksa diri ke Puskesmas Januari lalu mencapai 548 orang. Lalu Februari mencapai 552 orang, dan Maret mencapai Rp502 orang. (shd/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI