DP3A Parepare Perkuat Kelembagaan PUG

Selasa, 14 Juli 2020 19:39
Belum ada gambar

Kepala Bidang Kesetaraan Gender DP3A Parepare, Sriyanti Ambar.

Secara kontekstual, sesuai dengan asbaab al-wuruudnya, hadis Nabi ini muncul ketika negara Persia dilanda pertikaian dan konflik antar elite politik yang luar biasa dan sulit dibendung.

Pada saat itu, muncul seorang pemimpin perempuan yang memang tidak kapabel untuk mengurus dan menjalankan roda pemerintahan.

Artinya, penolakan itu bukan didasarkan pada jenis kelamin, tapi karena ia tidak memiliki kapabilitas dalam memimpin yang bisa jadi juga dimiliki kaum laki-laki.

Jadi hadis ini memberikan penjelasan tentang kerajaan Persia yang mengalami kekacauan dalam berbagai bidang seperti halnya yang menjadi hipotesa Nabi.

Raja persia dibunuh anaknya sendiri. Kerajaan kemudian diganti kepada anak perempuannya (Buwaran), yang kemudian membawa kehancuran kerajaan Persia.

Karena memang tidak memiliki kualifikasi seorang pemimpin yang adil, bijaksana, visioner, dan karakteristis kepemimpinan lainnya, melainkan hanya kepentingan ingin berkuasa.

Sekali lagi, bukan karena jenis kelamin tapi karena tidak kapabelnya pemimpinnya pada waktu itu yang kebetulan adalah perempuan,” lugas Idris.

Penafsiran ganda yang muncul lantaran pemaknaan tekstual tanpa melihat konteks inilah, yang membuat bias gender dalam kacamata beberapa kalangan. (sua)

Komentar

VIDEO TERKINI