Siap Berdayakan Seniman Lokal, RINDU: Mereka Garda Terdepan Membangun Bangsa

Jumat, 4 Desember 2020 17:16

FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA — Pilkada Toraja Utara telah memasuki masa injury time atau menjelang minggu tenang, paslon calon bupati dan wakil bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang dan Yonathan Pasodung membuktikan komitmennya dalam pengembangan seni dan budaya di Torut.

Paslon berakronim RINDU itu mengunjungi Rumah Budaya Tindoki di Singki Rantepao, Kamis (3/12/2020) malam. Kunjungan itu sekaligus mempertegas perhatian dan apresiasinya terhadap seniman-seniman dan musisi daerah Toraja Utara yang selama ini kurang diperhatikan keberadaan dan kesejahteraannya.

“Ini wujud perhatian kami. Bukan sekedar janji-janji saja. Kami ingin mendengar langsung aspirasi para seniman. Setelah itu kita akan petakan apa-apa nanti yang akan kami perbuat untuk pemberdayaan dan pengembangan para seniman Toraja Utara,” jelas Yosia Rinto Kadang.

Bukan kaleng-kaleng, Yosia mengaku para seniman muda Toraja memiliki bakat yang luar biasa. Bila potensi ini diintervensi pemerintah berupa dukungan fasilitas dan pengembangan keahlian, tentu para seniman tersebut akan lebih berdaya.

Misalnya mereka ada diantaranya memiliki keahlian melukis dan memahat. Mereka juga pandai bermusik sehingga tergabung dalam grup band bergendre musik tradisi bernama “TINDOKI”.

Menurut Yosia, pada pertemuan tersebut secara gamblang mengutarakan aspirasi dan kendala yang mereka hadapi selama ini dalam menekuni profesi mereka. Seperti keterbatasan sarana dan promosi hasil karya mereka.

“Kami akan mendukung penuh penyediaan sarana prasarana dan bahkan promosi yang berkesinambungan kepada seniman-seniman dan musisi daerah karena mereka adalah aset budaya dan regenerasi yang harus dijaga sebagai garda terdepan dalam membangun bangsa,” tegas Yosia.

Dalam kunjungannya itu pula, calon wakil bupati Torut, Yonathan Pasodung yang lebih awal datang ke rumah budaya Tindoki turut menyakasikan langsung beberapa karya lukisan studio AREZOU yang berada di lantai 1 rumah budaya Tindoki.

Komentar