Elevasi Bili-bili Naik, Warga Diminta Waspada

Senin, 22 Februari 2021 09:40

Personel Polres Gowa memantau bukaan pintu pelimpahan Waduk Bili-Bili, dua hari yang lalu. Pintu ini masih terbuka hingga Minggu, 21 Februari. (RUDIANSYAH/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Elevasi atau debit air Waduk Bili-Bili saat ini sudah berada pada angka 98.48 MDPL. Kondisi tersebut sudah hampir menyentuh batas normal 99,50 MDPL. Masyarakat setempat tetap diminta waspada.

Untuk mengurangi volume air di Waduk Bili-bili, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), pintu pelimpahan pun dibuka, Minggu, 21 Februari. Pembukaan tersebut sudah dilakukan sejak Sabtu, 20 Februari.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Adenan Rasyid mengatakan, berdasarkan Standar Operasional Pekerjaan (SOP), untuk mempertahankan volume air waduk tetap normal, maka pembukaan pintu pelimpahan perlu dilakukan.

“Masih dibuka (pintu pelimpahan). Kita akan tutup kembali kalau hulu sungai Jenelata curah hujannya tinggi, dan hilir Jeneberang elevasi sungainya tinggi,” kata Adenan Rasyid kepada FAJAR, kemarin.

Ia mengaku, sudah jauh-jauh hari menyiapkan diri untuk menghadapi cuaca ekstrem atau curah hujan yang tinggi. “Semoga kondisi elevasi kita tetap bisa normal. Kami juga terus melakukan pemantauan,” imbuhnya

Kepolisian Polres Gowa juga meminta masyarakat tetap waspada. Apalagi, sudah dikeluarkannya peringatan dini cuaca ekstrem dan prediksi banjir besar oleh BMKG dan lembaga penerbangan dan antariksa negara (LAPAN).

Kapolres Gowa AKBP Budi Susanto mengatakan, dengan adanya prediksi cuaca ekstrem dan hujan lebat, diharapkan masyarakat yang berada di daerah rawan tanah longsor dan di sepanjang bantaran sungai jeneberang untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Apalagi berdasarkan hasil pantauan di Waduk Bili-Bili, elevasi yang berada pada 98.48 MDPL atau dalam kondisi di bawah normal. Sehingga, dengan curah hujan tinggi akan dapat menambah volume air di bendungan. Sehingga patut untuk diwaspadai.

Meski begitu, ia mengimbau agar masyarakat tak perlu resah. ” Tetap ikuti perkembangan situasi di media mainstream serta dihimbau untuk tidak mempercayai berita hoaks dari postingan berbagai media sosial dengan tujuan meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Prakirawan BBMKG Wilayah IV Makassar, Re’kun Matandung mengatakan tiga hari ke depan, cuaca diwilayah Sulsel masih berpotensi hujan. Termasuk kabupaten Gowa.

Berdasarkan citra satelit, hampir seluruh wilayah Gowa pada Senin, 21 Februari akan diterpa hujan ringan hingga sedang. Kondisi tersebut terjadi dari pagi hingga malam hari.

Namun pada pukul 20.00 WITA, wilayah Biringbulu, Bontolempangan, Bungaya, Parigi, Tinggimoncong, Tombolo Pao, dan Tompobulu baru akan cerah berawan.

“Untuk tiga hari kedepan masih akan diprediksi sama. Wilayah Sulsel, bagian barat masih musim hujan, sehingga meski sudah lewat puncak hujan masih akan ada hujan,” jelasnya.

Selain itu, menurut Re’kun, masih akan ada hujan sedang hingga lebat yang terjadi sepekan ke depan, utamanya di lautan. Pihaknya pun menghimbau untuk nelayan selalu perhatikan cuacasebelum melaut, apalagi jika kapalnya kecil atau tradisional.

“Untuk kecepatan angin masih cukup aman berada pada 30 hingga 40 kilometer/jam. Tapi tetap waspada karena sewaktu-waktu bisa berubah,” tambah. (*/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI