Mewaspadai Peretasan dan Pencurian Data dalam Transaksi Daring

Jumat, 23 Juli 2021 09:27

FAJAR.CO.ID, Bone – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 23 Juli 2021 di Bone, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital”.

Program kali ini menghadirkan 671 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Financial Analyst Achmad Yaki, Owner UMKM Browcyl Rachmat Almu Arrif, Pegiat Literasi Digital Bagus Wawan Setiawan, dan Influencer Andi Senja Marlia. Adapun bertindak sebagai moderator adalah Penyiar TV Desmona Chandra. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Achmad Yaki yang membawakan tema “Dompet dan Transaksi Digital”. Ia menyampaikan beberapa tips aman bertransaksi digital. Salah satunya adalah selalu menghilangkan jejak keuangan, terutama saat bertransaksi daring menggunakan kartu kredit. “Seringkali kita melakukan checklist untuk kalimat ‘menyimpan kartu untuk transaksi’. Mungkin tujuannya untuk kemudahan transaksi selanjutnya di e-dagang, tapi ini akan berbahaya jika sampai akun kita diretas orang,” urainya.

Berikutnya, Rachmat Almu Arrif menyampaikan topik “Etika dan Aturan Transaksi Digital”. Dia mengatakan, ada hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat berbisnis daring, di antaranya lambat merespon pertanyaan atau komentar pelanggan. “Kalau dapat komentar negatif jangan baper karena feedback dari pelanggan itu informasi yang membuat kita lebih baik,” katanya.

Komentar

VIDEO TERKINI