LDII Sulsel Silaturrahmi Pengurus MUI Sampaikan Hasil Rapimnas 2020

Sabtu, 12 September 2020 11:18
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Guna menyosialisasikan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), pengurus LDII Sulawesi Selatan menggelar silaturahmi dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (11/9/2020) malam.

Hadir Ketua LDII Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP dan sekretaris Ishak Andi Ballado SE. Juga hadir jajaran wakil ketua Prof Dr Sukardi Weda, Dr Sanusi Fattah SE MSi, Ir La Hatta MPd, dan Moh Syafei SSos. Hadir juga wakil sekretaris Ilmaddin SPd dan Mujahidin ST.

Turut hadir Wakil Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan Prof Dr Abdul Rahim Yunus MA, Sekretaris Umum Prof Dr M Ghalib MA, Sekretaris MUI Sulawesi Selatan Drs Renreng Tjolli MA, Wakil Bendahara Burhanuddin Yusuf, Sekretaris MUI Sulawesi Selatan yang juga Ketua MUI Kabupaten Takalar Hasid Hasan Palogai, dan Kepala Sekretariat Kasim Manang dan staf sekretariat MUI Mahbuddin.

Dalam sambutannya, Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Dr Ir Abri MP mengutarakan hasil Rapimnas LDII yang secara aklamasi memilih Ir KH Chriswanto Santoso MSc sebagai penjabat Ketua Umum DPP LDII. “Rapimnas LDII dibuka oleh Menteri Agama Jenderal Fachrul Razi yang berpesan tentang moderasi beragama,” katanya.

Seusai Rapimnas, pengurus DPP LDII beraudiensi secara virtual dengan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin. “Kepengurusan LDII yang baru diterima oleh wapres. Pertama, wakil presiden berpesan agar LDII membantu pemerintah dalam mencegah penularan covid-19,” tutur Abri.

Kedua, Wakil Presiden Ma’ruf Amin berpesan agar LDII bisa membangun ekonomi umat berbasis pesantren dan syariah. “Ketiga mencegah radikalisme. Keempat agar LDII melanjutkan 8 bidang program kerjanya,” katanya.

Program kerja yang pertama terkait bidang dakwah. Dakwah LDII menyentuh pada daerah pelosok dan marjinal. Termasuk dakwah di lembaga pemasyarakatan. “Salah satunya di Rutan Enrekang,” kata Abri.

Program yang kedua, kata Abri, terkait bidang kebangsaan. Program ketiga mengenai ekonomi umat. “LDII memprioritaskan usaha bersama dengan konsep ekonomi syariah. LDII memiliki Pikub.com,” papar Abri.

Program keempat bidang kesehatan. LDII mendorong penggunaan obat herbal sebagai alternatif pengobatan. Kelima program pendidikan. LDII membangun SDM yang unggul yakni profesional religius. Keenam, di bidang infomasi dan teknologi. LDII mendorong agar penggunaan internet dan media sosial ke arah yang lebih produktif.

Program ketujuh berkenaan dengan bidang energi baru dan terbarukan. “LDII mendorong terwujudnya energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Misalnya Pesantren Wali Barokah di Kota Kediri yang menggunakan energi matahari. Kedelapan, bidang tanaman pangan dan lingkungan,” jelas Abri.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan Prof Dr Abdul Rahim Yunus MA mendukung sepenuhnya program LDII secara nasional. MUI Sulawesi Selatan sejak 2007 telah membangun hubungan yang baik dengan LDII Sulawesi Selatan. “Kita paham betul LDII. MUI Sulawesi Selatan sudah paham betul program dan kegiatan LDII di Sulawesi Selatan,” jelasnya.

LDII, kata Prof Dr Abdul Rahim Yunus MA, harus senantiasa menjalin silaturahmi di berbagai tingkatan. “Termasuk dengan pemerintah dan ormas lain. Negara adalah payung bersama. Oleh karena itu, hubungan dengan negara juga harus tetap dijaga,” ungkapnya.(rls)

Komentar

VIDEO TERKINI