Penanganan Banjir Terintegrasi Hulu ke Hilir di Luwu Utara Tengah Dikaji

Kamis, 4 Maret 2021 17:13

Kepala BBWSPJ, Adenan Rasyid

FAJAR.CO.ID, MASAMBA– Bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Luwu Utara pada Senin 13 Juli 2020 malam yang lalu menyisakan banyak problematika yang harus segera ditangani dengan baik agar bencana serupa tidak lagi terjadi.

Ketika penanganan di hilir dilakukan dengan pembangunan tanggul permanen dan penanganan lainnya, maka penanganan di hulu tetap harus menjadi perhatian semua pihak agar persoalan banjir bisa tangani dengan baik.

Ini pula yang mendasari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) atas dukungan dan kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara berencana melakukan kegiatan detail desain penanggulangan banjir terintegrasi dari hulu ke hilir, utamanya di tiga sungai besar yang ada di Kabupaten Luwu Utara, yaitu sungai Masamba, Rongkong dan Radda.

“Tahun ini kita ada kegiatan yang namanya kegiatan detail desain penanggulangan banjir sungai Masamba dan sungai Rongkong. Nah, ini juga sementara kita kaji seperti apa penanganan di hulu,” ungkap Kepala BBWSPJ, Adenan Rasyid, usai bertemu dengan Bupati Luwu Utara, Kamis (4/3/2021), di Ruang Kerja Bupati.

Selain pembangunan tanggul permanen, BBWSPJ akan merancang penanganan terintegrasi dari hulu ke hilir, agar penanganan bajir bisa maksimal.

“Ini sementara kita kaji sistem penanganannya seperti apa, bukan hanya di lokasi-lokasi spot yang saat ini kita tangani, tapi sistem penanganan dari hulu ke hilir-nya juga akan kita kaji. Kira-kira konstruksi apa yang cocok dengan kondisi sungai Masamba dan Rongkong,” kata Adenan.

Ia mengatakan bahwa pembangunan Sabo Dam di hulu adalah salah satu solusi bagaimana menghadirkan penanganan banjir yang terpadu dan terintegrasi.

Komentar

VIDEO TERKINI