Perkuat Literasi Digital Agar Terhindar dari Jerat Penipuan Digital

Jumat, 30 Juli 2021 12:23

FAJAR.CO.ID, Donggala – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 30 Juli 2021 di Donggala, Sulawesi Tengah.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini yang dibahas adalah “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”.

Program kali ini menghadirkan 664 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Senior Manager Public Policy and Government Relations Gojek Indonesia Timur, Mohammad Khomeiny; Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tengah, Gamal Abdul Kahar; Kepala Pusat Kekayaan Intelektual Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations, Xenia Angelica Wijayanto; dan Pemengaruh (Influencer), Hikmawaty. Adapun bertindak sebagai moderator adalah Jurnalis Artha Senna. Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Pemateri pertama adalah Hikmawaty yang membawakan tema “Tips dan Trik Bertransaksi Secara Digital dengan Mudah dan Aman”. Seiring tren belanja daring, konsumen juga harus paham cara bertransaksi yang aman. “Pastikan toko daring itu bisa dipercaya, bisa diamati dari testimoni dan ulasan dari pembeli lain. Baca juga dengan cermat syarat dan ketentuan yang berlaku di situs belanja daring tersebut. Lalu, simpan bukti transaksi sampai barang diterima,” tuturnya.

Berikutnya, Mohammad Khomeiny menyampaikan topik “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Dia mengatakan, internet di Indonesia berkembang pesat, tapi tidak diikuti pengembangan literasi digital sehingga kesadaran perlindungan data pun kurang. “Kajian UGM menyebut, sebagian besar tingkat literasi digital masyarakat Indonesia masih di level dasar dan menengah. Nah, yang di level dasar ini cuma tahu cara menggunakan, tapi tidak menyadari aspek perlindungan data dan risiko lainnya,” ucapnya.

Komentar

VIDEO TERKINI