Berikan Kuliah Umum di UPRI Makassar, Bupati Lutra: Jangan Jadi Generasi yang Manja

Jumat, 24 September 2021 21:09

Fajar.co.id, Makassar — Bupati Kabupaten Luwu Utara, Indah Putri Indriani, diundang menjadi pemateri pada Kuliah Umum di Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar, Jumat (24/9/2021), di Aula Kampus II UPRI, jalan Nipa-Nipa Lama Antang Nomor 23 Kota Makassar. Bupati Indah Putri Indriani memberikan kuliah umum pada kegiatan Penyambutan dan Pengukuhan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2021/2022.

Judul Kuliah Umum Bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan ini adalah “Pendidikan Karakter Menuju Indonesia Berkemajuan”. Dalam pemaparannya di hadapan mahasiswa baru dan mahasiswa pascasarjana yang digelar secara daring dan luring ini, Indah mengatakan bahwa pembentukan karakter tidak ada yang berlangsung instan, melainkan berproses mulai dari awal hingga membentuk karakter yang betul-betul tanggguh, tak mudah menyerah meski persoalan datang mengadang.

“Pembentukan karakter itu ibarat kita melukis atau membentuk jiwanya dulu. Dalam lagu Indonesia Raya yang pertama disebut adalah bangun dulu jiwanya, baru bangun raganya. Nah, saya kira ini adalah pendekatan hakikinya,” kata Indah. Ia menjelaskan, pembentukan karakter sejatinya berawal dari pendidikan. “Pendidikan karakter itu mewarnai seseorang dalam golden age-nya, di 1.000 hari pertamanya, pendidikan karakter dimulai di masa janin,” jelasnya.

Kata Indah, kesuksesan itu tidak ada yang datang dengan tiba-tiba, melainkan butuh proses yang panjang hingga kesuksesan bisa dicapai. “Manusia itu berproses untuk bisa sukses. Tidak ada yang tiba-tiba sukses, tapi kenyataannya kita lebih banyak melihat hasil, ketimbang melihat proses,” papar Indah. Untuk itu, dia mengajak semua mahasiswa UPRI untuk tetap menjadi pribadi-pribadi tangguh yang tidak mudah menyerah pada keadaan.

“Hari ini kita melihat sebuah proses yang panjang, di mana UPRI yang kita lihat sekarang adalah hasil dari sebuah proses yang sangat panjang. Yang berproses itu biasanya lebih eternal atau abadi, karena itulah yang membentuk seseorang lebih fight, dan tidak manja,” imbuhnya. “Jadi, jangan pernah menjadi generasi yang manja,” ujarnya menambahkan, seraya menyebut kehadiran dirinya hanya merefresh kembali pengetahuan tentang pendidikan karakter.

Komentar

VIDEO TERKINI