Terdata Sejak 2018, Warga Wajo Mengeluh Tidak Kebagian Jaringan Gas

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Pembangunan Jaringan Gas (Jargas) Rumah Tangga 2021 di Kabupaten Wajo harus tepat sasaran. Peruntukannya belum sesuai data.

Pasalnya sejumlah warga yang pernah terdata di tahun 2018. Namun sampai sekarang, rumahnya belum tersentuh oleh program Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut.

Hal itu diutarakan oleh Sofyan. Kata bapak dua anak ini, rumah saudaranya, Yuliani Dharma AM di Jalan Andi Tantu II Kelurahan Tempe Kecamatan Tempe belum terpasangi Jargas.

“Padahal instalasi perpipaan Jargas 2019 sudah ada di jalan, depan rumah kakak saya. Tapi lucunya belum ada pipa masuk ke rumah,” ujarnya saat ditemui FAJAR dikediaman Yuliani, Selasa 20 November.

Instalasi pipa pembangunan Jargas 2019 itu hanya melintas begitu saja, melewati 5 rumah warga termasuk rumah Yuliani. Sementara rumah lain sebelum dan setelahnya telah dipasangi Jargas.

Sofyan menceritakan kronologisnya. Tahun 2018 lalu rumah saudaranya didata. Dipasangi stiker untuk pembangunan Jargas 2019. Saat itu, Pemkab Wajo mendapatkan penambahan 2.000 Sambungan Rumah (SR).

Proyek dari Kementerian ESDM itu dilaksanakan KSO Sucofindo EPICI. Penambahan 2.000 SR ini dibangun di Desa Ujunge, Pakkanna, Asoranjang, Ujung Baru Kecamatan Tanasitolo dan Kelurahan Tempe, Mattirotappareang Kecamatan Tempe.

“Tahun 2021 rumah dipasangi stiker lagi untuk pendataan ulang. Kami berharap bersama 4 rumah lainnya disini, sudah terakomodir tahun ini,” pintanya.

Sekedar diketahui, di tahun ini. Pemkab Wajo mendapatkan penambahan 5.750 SR. Kouta ini merupakan paket pembangunan bersama Kabupaten Banggai. Totalnya sebesar 10.755 SR.

Program pembangunan Jargas 2021 dari Kementerian ESDM ini dilaksanakan PT. PGAS Solution dengan nilai pagu paket Rp121.078.531.000.

  • Bagikan