Bantu UMKM Bangkit di Tengah Pandemi, Pemkab Lutra dan PPI Gagas Kerjasama Pembiayaan UMi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, LUWU UTARA — Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada perekonomian. Utamanya sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Guna membantu UMKM bangkit dari pandemi, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menggagas kerjasama dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kemenkeu terkait pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

Pembiayaan UMi merupakan program pemerintah yang menyediakan fasilitas pembiayaan maksimum Rp20 juta/debitur bagi usaha ultra mikro yang belum dapat mengakses program pembiayaan dari perbankan.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyebut, hal ini penting dilakukan untuk membantu usaha mikro terlebih di masa pandemi Covid-19 dan pasca banjir bandang.

“Pemda sejak 2018 memiliki program memberikan bantuan dana stimulan untuk wirausaha pemula atau yang masuk dalam kategori mikro sebesar Rp10 juta/ kelompok. Saat ini berjalan tahun ketiga sebab di 2020 kami konversi ke kegiatan lain karena kami ingin merangkul lebih banyak lagi,” kata Indah kepada Fajar.co.id, Senin (3/1/2022)

Pihaknya sendiri telah melakukan pertemuan secara virtual dengan Direktur Utama PIP, pada bulan Oktober tahun 2021 lalu.

Mulai tahun 2022 ini, Pemkab Lutra akan menyasar pemberian modal ke1.000 kelompok usaha atau UMKM. Hal itu sesuai dengan target yang ada di RPJMD Pemkab Luwu Utara.

“Kami optimis bisa lebih banyak yang akan diintervensi oleh pemda dengan pola pembiayaan ultra mikro.Misal memberikan subsidi bunga dengan alokasi yang kami siapkan, lebih dari seribu kelompok pun bisa kami intervensi setiap tahun. Tapi untuk teknis polanya seperti apa ke depan masih akan kita bicarakan lebih lanjut,” ucapnya.

Dengan jumlah usaha mikro berkisar 12.913 di Luwu Utara, Indah menyebut ada sekira 64% bisa disentuh dengan program ultra mikro.

  • Bagikan