Raker Dengan Gugus Tugas Covid-19, Fraksi PKS Keluhkan Harga Rapid/ PCR Test Yang Mahal

Rabu, 24 Juni 2020 13:57
Belum ada gambar

Personil kepolisian mengawasi pelaksanaan rapid tes. (Ishak/Fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf, menyoroti konsep New Normal Pemerintah yang kurang persiapan. Politisi PKS ini menilai Pemerintah masih gagap dalam menyiapkan instrumen kesehatan yang diperlukan bagi masyarakat untuk kembali berkegiatan di luar rumah khususnya pada sektor ekonomi dan pendidikan.

“Pemerintah masih saja gagap dalam menyusun persiapan New Normal. Adanya data statistik seharusnya dihargai dalam konteks pengambilan kebijakan. Selain itu, saya juga mendapat pengaduan dari sekitar 200 pekerja di Jepara yang harus bekerja di luar kota, tetapi dipersulit karena harus menyertakan surat keterangan bebas Covid-19. Mereka mengeluhkan harga tes yang mahal berkisar Rp 400.000,- untuk sekali tes.” ungkap Bukhori saat Rapat Kerja Komisi VIII dengan BNPB di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Selain itu, ia mendesak agar Pemerintah turut memperhatikan pembukaan pesantren di masa New Normal mendapat dukungan nyata dari Pemerintah dengan penyediaan instrumen kesehatan seperti Rapid/ PCR Test gratis untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lembaga pendidikan. Ia juga mengingatkan agar Pemerintah tidak hanya “omong doang”.

“Saya juga mendapat pengaduan dari keluarga santri yang harus merogoh ongkos sampai Rp. 500.000,- untuk rapid test sebelum masuk kembali ke pondok. Padahal saat raker lalu, Kementerian Agama bilang akan mendukung, tetapi saya pikir itu hanya “omdo” (omong doang). Sebab itu, dengan melihat dana On Call BNPB yang cukup besar, BNPB harus beri perhatian pada hal tersebut” katanya.

Sebagai informasi, Pagu Indikatif BNPB pada 2021 mencapai Rp 715 miliar, teralokasi ke program dukungan manajemen Rp 277 miliar dan program ketahanan bencana sebesar Rp 488,1 miliar dimana di dalamnya termasuk Dana Siap Pakai (DSP) Rp 250 miliar.

Komentar

VIDEO TERKINI